Gedung perkantoran Wisma Danantara Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menetapkan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjadi mitra kerja baru di Komisi VI dan XI.
Hal itu diputuskan dalam rapat paripurna ke-21 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025 pada Selasa (1/7/2025) yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir.
Adies menyebutkan, sesuai dengan rapat konsultasi antara pimpinan DPR dan fraksi pada Senin (30/6) memutuskan bahwa BPI Danantara menjadi mitra Komisi VI dan XI DPR RI.
“Memutuskan BPI Danantara menjadi mitra kerja (pertama) Komisi VI DPR RI dalam kaitannya dengan pengelolaan operasional BUMN,” ujar Adies dalam rapat paripurna.
Baca juga: Danantara Targetkan USD5 Miliar pada 2025, Ini Komentar Ekonom
“Komisi XI DPR RI dalam kaitannya dengan pengelolaan penugasan negara dan pemberian subsidi, guna memastikan kelancaran distribusi barang atau jasa bagi masyarakat dan menjaga stabilitas harga ekonomi,” lanjut Adies.
Kemudian, Adies menanyakan persetujuan kepada seluruh anggota dewan mengenai hasil rapat tersebut. Para peserta rapat pun menyetujuinya.
Baca juga: Soal BSI Masuk Danantara, OJK: Sedang dalam Proses
“Selanjutnya kami akan menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat apakah penetapan BPI Danantara menjadi mitra kerja Komisi VI dan Komisi XI tersebut dapat disetujui?,” tanya Adies.
“Setuju,” jawab peserta rapat. (*)
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More