Perbankan

Sah! BTN Lepas UUS Jadi Bank Syariah Nasional

Poin Penting

  • BTN resmi melakukan spin-off BTN Syariah menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN) setelah disetujui RUPSLB pada 18 November 2025.
  • Seluruh aset dan kewajiban UUS BTN dialihkan ke BSN, membuatnya menjadi BUS terbesar kedua di Indonesia dengan aset sekitar Rp71,3 triliun.
  • Kinerja UUS BTN menunjukkan pertumbuhan kuat, dengan CAGR aset 16,36 persen dalam lima tahun, DPK naik 20,12 persen.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) resmi melakukan spin-off atau pemisahan BTN Syariah menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN). Dengan aksi korporasi ini, maka unit usaha syariah (UUS) BTN tersebut resmi berdiri menjadi bank umum syariah (BUS).

Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umummegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini Selasa, 18 November 2025 di Menara BTN, Jakarta Pusat.

Kini, seluruh hak dan kewajiban UUS BTN dialihkan ke BSN. Hasil penggabungan UUS BTN dan Bank Victoria Syariah tersebut akan menjadikan BSN sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia, dengan total aset menembus Rp70 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, total nilai aset UUS BTN telah memenuhi batas yang diatur dalam ketentuan Pasal 59 POJK 12/2023 sejak kuartal IV 2023 atau tepatnya per Desember 2023. Berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 (audited) yang dipublikasikan pada kuartal I 2024, tercatat UUS BTN memiliki total aset sebesar Rp54,3 triliun.

Baca juga: BTN Ajak Arsitek, Pengusaha, dan Mahasiswa Surabaya Tawarkan Ide Bisnis Hunian Masa Depan

“Hari ini seluruh pemerintah Bank Tabungan negara menyetujui UUS BTN, yang bagian dari BTN selama ini, ada di neracanya BTN, ini kita pisahkan, setelah kita pisahkan, kita alihkan ke BSN, dimana BSN sebelumnya telah diakuisisi oleh BTN dengan nama lama Bank Victoria Syariah, jadi ini adalah rangkaian terakhir,” kata Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN dalam konferensi pers.

Dari sisi kinerja, lanjut Nixon, UUS BTN menunjukkan tren pertumbuhan yang solid dalam lima tahun terakhir. Secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2020 – 2024, aset tumbuh 16,36 persen.

Selanjutnya, dari sisi pembiayaan juga tumbuh 15,04 persen dan dana pihak ketiga (DPK) naik 20,12 persen. Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga meningkat dari 9,14 persen pada 2020 menjadi 12,90 persen pada 2024.

Jaringan UUS BTN saat ini mencakup 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai daerah.

Infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, membuat UUS BTN dinilai siap beroperasi secara mandiri.

“Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas BUS penuh,” ujar Nixon.

Baca juga: Layani UMKM, BTN Salurkan Kredit Program Perumahan di Yogyakarta

Jadi BUS dengan Aset Terbesar Kedua

Setelah spin-off, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan resmi dialihkan ke BSN. Proses finalisasi pelimpahan tersebut akan ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025, sehari setelah BTN menggelar RUPSLB untuk melepas hak dan kewajiban UUS.

“Dengan penggabungan tersebut, aset BSN mencapai Rp71,3 triliun, menjadikannya BUS dengan aset terbesar kedua di Indonesia,” tutup Nixon. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

15 mins ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

30 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

33 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

46 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

56 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

60 mins ago