Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam rapat tersebut, perseroan memutuskan untuk mengangkat Tatang Nur Hidayat sebagai Presiden Direktur menggantikan Indra Baruna yang mengundurkan diri.
Selain menunjuk Presiden Direktur yang baru, Tugu Insurance juga mengangkat dua jajaran Komisaris yakni Dian Masyita sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen, kemudian perseroan juga menunjuk Bagus Agung Rahadiansyah sebagai Komisaris.
Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance, Emil Hakim mengatakan, melalui formasi atas perubahan pengurus perseroan ini, besar diharapkan dapat membawa Tugu Insurance makin bertumbuh kembang melalui berbagai pemikiran dan semangat yang dibawa oleh para pengurus baru.
“Serta mampu mengoptimalkan kemanfaatan kinerja perseroan kepada segenap Stakeholders,” ujar Emil dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 18 Mei 2022.
Dengan demikian berikut susunan dewan Komisaris dan Direksi perseroan yang baru:
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
Di tengah kondisi ekonomi yang masih terpengaruh dampak pandemi Covid-19, Tugu Insurance berhasil mencatatkan peningkatan kinerja baik secara konsolidasian maupun induk di akhir tahun buku 2021 (audited) disertai tingkat Risk Based Capital (RBC) 405,13% yang berada jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 120%.
Secara konsolidasian tercatat total aset Rp20,19 triliun atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,46 triliun, sedangkan pada induk total asset tercatat Rp13,09 triliun naik dari Rp12,47 triliun. Sedangkan ekuitas konsolidasian meningkat dari Rp8,46 triliun menjadi Rp8,79 triliun, sedangkan ekuitas induk mencapai Rp5,40 triliun naik dari Rp5,26 triliun di 2020.
Emil Hakim mengungkapkan, sejalan dengan adanya kenaikan 20% pada laba secara konsolidasian yakni Rp327,23 miliar, laba Tugu Insurance secara induk turut mengalami peningkatan yakni dari Rp248, 21 miliar naik menjadi Rp251,48 miliar.
“Hingga periode 31 Desember 2021 pendapatan premi neto secara induk perseroan sebesar Rp846 miliar naik dibanding dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp603,25 miliar, dengan dominasi kontribusi perolehan premi dari Class of Business Fire & Property, Aviation, Offshore, Engineering dan Marine Cargo. Adapun untuk pendapatan underwriting secara induk sebesar Rp892,37 miliar naik dibanding dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp717,07 miliar,” ucap Emil. (*)
Poin Penting Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman, namun peresmiannya masih… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan pada sesi I perdagangan 3 Februari 2026, naik 1,57 persen… Read More
Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More
Poin Penting Stimulus Rp12,83 triliun digelontorkan pemerintah selama Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk mendorong ekonomi… Read More
Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More