Jakarta – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, 5 Juni 2025, yang membahas terkait dengan penggunaan laba bersih tahun buku 2024.
Direktur Perseroan ERAL, Suryawati, mengatakan para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih 2024 sebanyak kurang lebih 20 persen untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham, dengan nominal Rp8 per saham.
“Dalam RUPS sudah disetujui oleh seluruh pemegang saham bahwa dividen yang akan kami bagikan untuk tahun 2025 ini adalah sebesar Rp8 per saham yang mungkin secara represent 20 persenan dari laba atribusi kepada integras publik di tahun 2024,” ucap Suryawati dalam Konferensi Pers di Jakarta, 5 Juni 2025.
Baca juga: RUPST Mega Perintis Rombak Pengurus dan Absen Tebar Dividen
Adapun laba bersih yang diraih anak usaha Erajaya ini pada 2024 tercatat senilai Rp201 miliar, dengan margin laba bersih sebesar 4,16 persen. Hal itu ditopang oleh penjualan bersih yang tumbuh sebesar 29,8 persen menjadi Rp4,84 triliun.
Kinerja keuangan positif juga berlanjut di kuartal I 2025. Di tiga bulan pertama, perseroan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp42 miliar atau naik tipis 3,2 persen dari Rp41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan net profit margin sebesar 3,1 persen.
Laba bersih tersebut ditopang oleh penjualan bersih yang diraih perseroan mencapai Rp1,37 triliun di kuartal I 2025 atau naik 25,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,09 triliun.
Baca juga: PGE Bagikan Dividen USD136,4 Juta, Produksi Listrik Naik di 2024
Kemudian, gross profit yang dibukukan di kuartal I 2025 juga mencapai Rp224 miliar, dengan gross profit margin sebesar 16,4 persen.
Lebih lanjut, dari sisi operating profit juga mengalami pertumbuhan double digit, yakni sebesar 28,9 persen menjadi Rp58 miliar di kuartal I 2025 dari periode tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp45 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More