Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Permata Tbk (Permata Bank), pada Rabu (9/4)
Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) pada Rabu, 9 April 2025, menyepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp1,085 triliun (bruto) atau setara Rp30 per saham.
Dividen tersebut bersal dari laba bersih perseroan yang menembus Rp3,6 triliun sepanjang tahun 2024.
Baca juga: Permata Bank Cetak Laba Rp3,6 Triliun di 2024, Kredit Tumbuh 9 Persen
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui pengangkatan Habibullah sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah.
Masa jabatannya akan berlaku setelah persyaratan pengangkatan terpenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan atas kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait, dan tidak melebihi tanggal 1 Januari 2026.
Berikut adalah susunan terbaru jajaran komisaris dan direksi Permata Bank:
*Masa jabatan efektif setelah memenuhi seluruh persyaratan pengangkatan, termasuk persetujuan regulator, dan tidak melebihi 1 Januari 2026.
Baca juga : Bos Permata Bank Bicara Peluang Naik Kelas ke KBMI IV di 2025
Komisaris Utama Permata Bank, Chartsiri Sophonpanich, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran direksi atas kerja keras dalam merespons berbagai tantangan serta perubahan. Hal ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengungkapkan, melalui pencapaian tonggak signifikan pada tahun 2024 melalui transformasi logo Permata Bank, serta penerapan strategi bisnis berkelanjutan yang dilaksanakan secara konsisten, Permata Bank kembali menunjukkan kinerja bisnis yang positif.
“Permata Bank tetap berkomitmen untuk tumbuh bersama, menjalin hubungan jangka panjang dan menciptakan nilai berkelanjutan dengan Bangkok Bank dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya, dikutip Rabu, 9 April 2025.
Sepanjang tahun 2024, Permata Bank juga mencatatkan salah satu rasio permodalan terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan CAR 35 persen dan CET-1 26 persen pada akhir 2024, yang menjadi fondasi solid untuk strategi prioritas bank ke depan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More
Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More