Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk, pada Kamis (20/3)
Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk, pada Kamis, 20 Maret 2025 di Jakarta, sepakat membagikan dividen sebesar Rp2,43 triliun atau Rp106 per saham.
Adapun jumlah dividen tersebut mencapai 49,98 persen dari laba bersih perseroan yang menembus Rp4,86 triliun di 2024.
Selain pembagian dividen, RUPST OCBC juga menyetujui dana sebesar Rp100 juta untuk disisihkan sebagai cadangan umum dari sisa laba bersih yang ditetapkan sebagai laba yang ditahan.
Diketahui, Bank OCBC NISP membukukan laba bersih Rp4,86 triliun sepanjang 2024. Laba bersih ini naik 18,96 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp4,09 triliun.
baca juga : Digelar Maret 2025, RUPST OCBC NISP Minta Restu Buyback Saham dan Pembagian Dividen
Raihan laba bersih Bank OCBC NISP ini, ditopang oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp11,04 triliun pada 2024, meningkat 11,43 yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,91 triliun.
Dari sisi intermediasi, Bank OCBC NISP menyalurkan kredit dan pembiayaan Rp169,95 triliun sepanjang 2024. Ini meningkat 10,71 persen yoy dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp153,49 triliun.
Baca juga : Begini Jurus OCBC Kampanyekan Kesetaraan Gender
Realisasi kredit tersebut juga diiringi dengan kualitas kredit OCBC. Per Desember 2024, tercatat rasio Non Performing Loan (NPL) gross berada di level 1,55 persen, turun dibanding tahun sebelumnya di level 1,64 persen.
Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,3 persen menjadi Rp205,93 triliun per Desember 2024. Pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, mendorong total aset OCBC yang naik 12,50 persen menjadi Rp281 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More