Jakarta — PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) daa memutuskan penambahan jajaran pengurus perusahaan baru.
Dalam RUPST tersebut, perusahaan menyetujui pengangkatan kembali anggota Direksi Perseroan, Andrae Krishnawan W, Johannes Husin dan Low Seh Kiat, untuk masajabatan terhitung sejak ditutupnya RUPST ini sampai dengan penutupan RUPST Perseroan pada tahun 2022.
Tak hanya itu, dalam rapat tersebut juga menyetujui pengangkatan anggota Dewan Komisaris yakni Rama Pranata Kusumaputra sebagai Komisaris Independen Perseroan untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya RUPST ini sampai dengan penutupan RUPST Perseroan pada tahun 2022.
Berikut jajaran Komisaris dan Direksi Perusahaan setelah adanya RUPST:
Presiden Komisaris : Pramukti Surjaudaja
Wakil Presiden Komisaris (Komisaris Independen) : Peter Eko Sutioso
Komisaris : Samuel Nag Tsien
Komisaris : Lai Teck Poh (Dua Teck Poh) Komisaris Independen : Jusuf Halim
Komisaris Independen : Kwan Chiew Choi
Komisaris Independen : Hardi Juganda
Komisaris Independen : Betti S. Alisjahbana
Komisaris Independen : Rama Pranata Kusumaputra
Presiden Direktur : Parwati Surjaudaja
Direktur :Emilya Tjahjadi
Direktur Independen : Hartati
Direktur : Martin widjaja
Direktur : Andrae Krishnawan W
Direktur : Johannes Husin
Direktur : Low Seh Kiat
Direktur : Joseph Chan Fook Onn
Direktur : Mirah Wiryoatmodjo. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More