Counter OCBC NISP; Ditopang IT mumpuni. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk resmi mengangkat Na Wu Beng sebagai komisaris periode 2022-2025 pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan Selasa, 5 April 2022. Pada saat yang sama, perseroan juga menerima pengunduran diri Hardi Juganda selaku komisaris independen.
Selain itu, OCBC NISP juga mengangkat kembali Rama P. Kusumaputra sebagai komisaris independen sekaligus Andrae Krishnawan W. dan Johannes Husin sebagai direktur efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK.
Dalam RUSPT, perseroan juga menyetujui pembelian kembali saham Perseroan dari pemegang saham publik sejumlah maksimum 436.000 saham atau 0,002% dari total modal yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Buyback saham ini dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel kepada Direksi dan karyawan dengan mengacu pada POJK 30/2017 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perseroan juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan pembelian kembali saham Perseroan tersebut dan pengalihannya kepada Direksi dan karyawan yang mengacu pada POJK 30/2017, POJK 45/2015 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan perkiraan biaya tidak melebihi jumlah maksimum Rp500.000.000 termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang terkait,” ujar Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja, Selasa, 5 April 2022.
Selain itu, perseroan juga menyetujui pembagian dividen sebesar 20% dari total laba bersih tahun buku 2021 yang Rp2,52 triliun atau Rp504,79 miliar atau Rp22 per lembar saham.
Adapun susunan Dewan Komisaris OCBC NISP hasil RUPST April 2022 adalah:
Presiden Komisaris : Pramukti Surjaudaja
Komisaris : Helen Wong
Komisaris : Lai Teck Poh
Komisaris : Na Wu Beng *)
Komisaris Independen : Jusuf Halim
Komisaris Independen : Kwan Chiew Choi
Komisaris Independen : Betti S. Alisjahbana
Komisaris Independen : Rama P. Kusumaputra
*) Efektif setelah mendapat persetujuan OJK. (*) Dicky F. Maulana
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More