Pergerakan pasar modal/istimewa
Jakarta – PT. Merck Tbk (MERK) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini (25/5). Dalam rapat tersebut, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 107,5 miliar atau Rp240 per saham kepada pemegang saham.
Nilai pembagian dividen tersebut, merupakan 80% terhadap total laba bersih perusahaan. Pembagian dividen tersebut akan dijadwalkan pada 24 Juni 2022. Perusahaan telah membukukan laba bersih sebesar Rp132 miliar sepanjang 2021, atau meroket 83% dari perolehan untung bersih tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT. Merck TBK, Evie Yulin mengatakan bahwa Merck merupakan perusahaan yang berfokus pada sains dan teknologi di bidang kesehatan turut merasakan dampak akibat pandemic Covid-19. Namun, Merck dalam prosesnya berhasil mempertahankan pangsa pasar yang tercermin dalam hasil peningkatan kinerja positif di tahun 2021.
“Kami percaya bahwa capaian positif dan rebound yang membanggakan di tahun 2021 merupakan hasil kolaborasi bersama dengan pemangku kepentingan. Perseroan berupaya agar tetap bertumbuh menjadi perusahaan sains dan teknologi di bidang kesehatan yang unggul dan berkontribusi optimal bagi tercapainya tujuan keberlanjutan (Sustainable Development Goals). Untuk itu, Perseroan menjalankan banyak inisiatif strategis yang terbukti berhasil mempertahankan pangsa pasar, khususnya selama masa pandemi yang memaksa dunia melakukan transformasi digital lebih cepat,” ujar Evie, Rabu 25 Mei 2022.
Menurut Evie Yulin, pencapaian laba bersih perseroan ditopang oleh peningkatan total pendapatan yang sebesar Rp1 triliun disepanjang 2021 atau meningkat 62% dari tahun sebelumnya.
Peningkatan kinerja yang positif tersebut didorong oleh beberapa sektor, diantaranya adalah sektor healthcare yang berhasil melampaui target sebesar 18% dan tumbuh sebesar 23,3%. Kemudian diikuti oleh operasional pabrik yang mencatat hasil produksi pabrik sebesar 892 juta tablet.
Merck mencatat 3 target utama berkelanjutan yang menjadi sasaran dari kontribusi perusahaan secara global. Target-target tersebut adalah bagaimana perusahaan dalam mendedikasikan diri pada kemajuan manusia atau human progress, menciptakan value changes yang berkelanjutan, serta mengurangi jejak ekologis sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi sumber daya.
Atas 3 target utama tersebut, Merck Indonesia tentunya memiliki langkah-langkah strategi yang akan diterapkan, yaitu melalui performances and efisien growth untuk memastikan market leader selalu tumbuh di atas market. Strategi kedua adalah people and culture untuk merancang high performance culture bagi target audience. Ketiga leverage data digital untuk pengambilan keputusan melalui data driven berdasarkan data konkrit. Terakhir melalui strategi think and act suistainability. (*) Khoirifa
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More