Jakarta – PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini (28/7). Dalam RUPST tersebut, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen di tahun buku 2021.
Komisaris Utama BMTR, Rosano Barack mengatakan, alasan perseroan tidak membagikan dividen karena dana hasil keuntungan, nantinya akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan juga memperkuat permodalan perusahaan.
“Tidak ada pembagian dividen untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021. Sisa keuntungan Perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan dan dipergunakan antara lain untuk memperkuat permodalan dan pengembangan usaha terkait digital,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 28 Juli 2022.
Adapun realisasi penggunaan dana hasil keuntungan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp1 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Selain itu, penggunaan laba juga ditetapkan untuk pembagian bonus, dimana kewenangan untuk menentukan mengenai besarnya bonus tersebut serta pelaksanaan pembagiannya diberikan kepada Direksi Perseroan.
Dari sisi kinerja, BMTR membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 14% atau Rp13,98 triliun dan laba bersih Rp2,45 triliun. Direktur Keuangan Global Mediacom, Ruby Panjaitan mengatakan, perseroan juga membukukan laba kotor sebesar 12% atau Rp6,58 triliun dengan margin laba kotor sebesar 47%. Kemudian EBITDA 15% menjadi Rp5,51 triliun dan margin EBITDA 39%.
Dengan meningkatkan kualitas EBITDA perseroan, maka laba bersih perseroan naik 36% menjadi Rp2,45 triliun. Margin laba bersih juga meningkat dari 15% di tahun 2020 menjadi 18% di tahun 2021. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More