News Update

RUPST BTPN Syariah Bagikan Dividen Rp33 per Lembar Saham

Jakarta – BTPN Syariah telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu 21 April 2021 bertempat di Jakarta. Dalam RUPST tersebut telah menyetujui pembagian dividen tunai dengan porsi pay out ratio yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu dari 25% menjadi 30%. Dimana nilai dividen per saham yang dibagikan adalah Rp33 per lembar saham.

Rapat juga menyetujui pengangkatan Dwiyono Bayu Winantio sebagai Direktur Bisnis. Dan pengangkatan ini telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur BTPN Syariah Arief Ismail menyatakan, pihaknya terus memperkuat komitmen dalam melayani serta menumbuhkan nasabah prasejahtera produktif. Menurutnya, hal tersebut adalah jalan yang telah dilakukan secara istiqomah selama lebih dari satu dekade ini.

“Dengan persetujuan pengangkatan Dwiyono Bayu Winantio sebagai Direktur Bisnis berdasar RUPST 21 April kemarin, Insya Allah akan memperkuat percepatan pertumbuhan Bank. Kami bersyukur, dukungan yang kuat dari regulator, pemerintah, para investor, serta berbagai pihak lainnya telah memberikan ruang bertumbuh bagi Bank untuk terus memaksimalkan ketangguhan Prasejahtera Indonesia,” kata Arief melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis 22 April 2021.

Tak hanya itu, hingga kuartal-I 2021, BTPN Syariah juga mencatatkan penyaluran pembiayaan ke segmen ultra mikro sebesar Rp9,7 triliun atau tumbuh sebesar 6% dari periode yang sama ditahun sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini juga disertai dengan konsistensi dalam menjaga kualitas pembiayaan yang sangat hati-hati.

Kemampuan Bank dalam menjaga kinerja juga tercermin dalam perolehan laba bersih setelah pajak (NPAT) selama kuartal pertama 2021 mencapai Rp375 miliar atau setara dengan 44% laba bersih tahun 2020. Adapun Dana Pihak Ketiga juga meningkat sebesar 9%, mencapai Rp10,5 triliun.

Lebih lanjut, BTPN Syariah juga berhasil mencatat total aset dan total ekuitas mencapai pada Rp17,3 triliun dan Rp6,3 triliun. Sementara total pertumbuhan asset dan ekuitas tersebut mencapai 8% dari pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, susunan anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah setelah RUPST menjadi :

Direksi
Direktur Utama : Hadi Wibowo
Direktur Kepatuhan : Arief Ismail
Direktur : Fachmy Achmad
Direktur: Dwiyono Bayu Winantio*
Direktur: M. Gatot Adhi Prasetyo

Komisaris
Komisaris Utama/Independen : Kemal Azis Stamboel
Komisaris Independen : Dewie Pelitawati
Komisaris : Mahdi Syahbuddin
Komisaris : Yenny Lim

Dewan Pengawas Syariah
Ketua : H. Ikhwan Abidin MA
Anggota :  H. Muhammad Faiz MA

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

5 hours ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

5 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

6 hours ago

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

7 hours ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

10 hours ago