Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2023 pada hari ini (6/3) di Menara BTN, Jakarta. Dalam RUPST ini, perseroan mengumumkan bergabungnya dua komisaris dan satu direksi baru.
RUPST BTN menunjuk Adi Sulistyowati sebagai Komisaris Independen BTN menggantikan Mohamad Yusuf Permana. Sebelumnya, Adi Sulistyowati menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI yang kemudian diberhentikan secara hormat pada RUPST BNI pada Senin (3/4/2024) setelah habis periode kepemimpinannya.
Adapun, jabatan Mohamad Yusuf Permana sebagai Komisaris BTN berakhir efektif terhitung sejak Senin, 4 Maret 2024 usai BTN menerima surat Pemberitahuan Pengangkatan bahwa Yusuf telah diangkat sebagai Anggota Dewan Komisaris BNI.
Baca juga: BTN Raup Laba Rp3,5 Triliun Sepanjang 2023, Tumbuh 14,94 Persen
Kemudian, RPUST BTN juga menunjuk Bambang Widjanarko sebagai Komisaris BTN menggantikan Ahdi Jumhari Luddin yang telah meninggal dunia pada Agustus 2023 lalu.
Adapun, Bambang sejak 2023 menjabat sebagai deputi komisioner pengawas bank pemerintah dan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu, RUPST BTN juga mengumumkan penambahan satu direksi baru, yakni Muhammad Iqbal sebagai Direktur SME & Retail Funding BTN. Sebelumnya, dia merupakan direktur institutional banking BNI.
“Penambahan satu direksi khusus di bidang SME dan retail funding karena BTN akan fokus menggarap segmen ini ke depannya,” ujar Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam press conference RUPST BTN.
Dengan demikian, susunan anggota dewan komisaris BTN saat ini sebagai berikut:
Selanjutnya, sususan direksi terbaru yang telah disetujui RUPST BTN, yakni:
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More