BCA Selenggarakan Kuliah Umum Perkembangan Teknologi Era Digital
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Kamis (17/03). Dalam acara ini, perseroan melakukan beberapa perubahan pada susunan direksi.
Perseroan mengangkat Gregory Hendra Lembong sebagai Wakil Presiden Direktur BCA menggantikan Suwignyo Budiman. Perseroan juga mengangkat Antonius Widodo Mulyono sebagai Direktur. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur di PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life)
Selain itu, fungsi kepatuhan yang semula dijabat oleh Haryanto Tiara Budiman akan digantikan oleh Lianawaty Suwono. Semua pergantian direksi ini akan efektif satu bulan setelah Perseroan menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Adapun setelah pergantian, susunan komisaris dan direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djohan Emir Setijoso
Komisaris : Tonny Kusnadi
Komisaris Independen : Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen : Raden Pardede
Komisaris Independen : Sumantri Slamet
Direksi
Presiden Direktur : Jahja Setiaatmadja
Wakil Presiden Direktur : Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur : Gregory Hendra Lembong
Direktur : Subur Tan
Direktur : Rudy Susanto
Direktur (yang juga merupakan Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan) : Lianawaty Suwono
Direktur : Santoso
Direktur : Vera Eve Lim
Direktur : Haryanto Tiara Budiman
Direktur : Frengky Chandra Kusuma
Direktur : John Kosasih
Direktur : Antonius Widodo Mulyono
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More