Jakarta – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (Bank Woori Saudara) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021. Pada rapat tersebut, perseroan melakukan beberapa agenda seperti perubahan susunan direksi dan komisaris, laporan right issue, hingga membagikan dividen.
Kali ini, BWS mengangkat Wuryanto menjadi Direktur Kepatuhan baru, menggantikan Sadhana Priatmadja. Perseroan juga mengangkat Choi Jung Hoon sebagai Komisaris Perseroan yang baru.
BWS juga melakukan penguatan modal melalui Penawaran Umum Terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) efektif tanggal 6 September 2021. Melalui aksi korporasi ini, BWS menerbitkan 1.987.308.110 saham biasa baru dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per saham dan harga penawaran Rp719 (nilai penuh) per saham.
Adapun perseroan berhasil mengumpukan dana sebesar Rp1,43 triliun dalam right issue. Rencananya, dana ini akan digunakan oleh BWS untuk ekspansi bisnis dan kapasitas infrastruktur.
Para pemegang saham juga menyetujui keputusan perusahaan untuk membagi dividen sebesar Rp158,51 miliar, atau 25,19% dari laba perseroan di 2021 yang mencapai Rp629,17 miliar. Selanjutnya, dana sebesar Rp37,75 miliar akan dialokasikan untuk cadangan, sementara Rp432,90 atau 68,81% sisanya digunakan sebagai laba ditahan.
Lebih jauh, dengan perubahan pada jajaran direksi dan komisaris, susunan manajemen perusahaan menjadi sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris:
1. Arief Budiman : Presiden Komisaris
2. Ahmad Fajarprana : Komisaris (Independen)
3. Adi Haryadi : Komisaris (Independen)
4. Choi Jung Hoon : Komisaris (Independen)*
Susunan Direksi:
1. Hwang Gyusoon : Presiden Direktur
2. Kang Bong Joo : Direktur
3. Mochamad Tri Budiono : Direktur
4. Benny Sudarsono Tan : Direktur
5. Edwin Sulaeman : Direktur
6. Wuryanto : Direktur*
*Setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More