Jakarta – PT Bank Permata Tbk akan membagikan dividen sebesar Rp904,53 miliar atau setara Rp25 per saham. Dividen yang dibayarkan tersebut sekitar 34,98 persen dari laba bersih tahun buku 2023 yang sebesar Rp2,58 triliun.
Adapun keputusan pembagian dividen tunai tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Permata yang digelar pada Rabu, 3 April 2024 di Jakarta.
Meliza M. Rusli, Direktur Utama Bank Permata mengungkapkan, pencapaian perseroan di tahun 2023 ini tidak lepas dari kepercayaan nasabah.
“Kami sangat berterima kasih kepada para pemegang saham atas dukungannya yang terus menerus dalam upaya kami untuk memberikan nilai hubungan jangka panjang yang lebih baik kepada para nasabah,” ujar Meliza dikutip 4 April 2024.
Baca juga: Laba Tumbuh 31 Persen, CIMB Niaga Finance Bakal Tebar Dividen Rp129,64 Miliar
Secara kinerja, Bank Permata berhasil membukukan laba bersih Rp2,58 triliun di 2023 atau tumbuh 28,4 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan usaha bank yang tumbuh sebesar 9,3 persen secara tahunan menjadi Rp12,1 triliun.
Pendapatan tersebut dikontribusi oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 9,6 persen sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit di tahun 2023.
Dari sisi intermediasi, kredit Bank Permata tumbuh sebesar 4,3 persen yoy menjadi Rp142,2 triliun. Ini didorong oleh pertumbuhan porsi penyaluran kredit korporasi sebesar 6,1 persen yoy.
Baca juga: Bank BJB Bakal Tebar Dividen Rp1 Triliun, 58,27 Persen dari Laba Bersih 2023
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp188,3 triliun dengan tetap fokus untuk meningkatkan dana murah CASA, dimana rasio CASA terjaga di level 55 persen.
Sedangkan rasio permodalan bank adalah salah satu yang terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 38,7 persen dan 29,5 persen. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More