News Update

RUPST Bank Jago Angkat Sutan Emir Hidayat Jadi Anggota Dewan Pengawas Syariah

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Jago Tbk, pada Rabu (14/5), sepakat mengangkat Sutan Emir Hidayat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah.

Sutan Emir merupakan profesional sekaligus akademisi yang punya pengalaman belasan tahun di bidang ekonomi dan keuangan syariah nasional maupun internasional. 

Ia juga menjabat posisi Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah di Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sejak Juli 2020. 

Baca juga : Tok! Ini Daftar Komisaris dan Direksi BSI Hasil RUPST 2025

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan, pengangkatan Sutan Emir Hidayat sudah sesuai dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya.

“Dengan pengalaman dan kemampuannya, kami percaya Emir dapat memberikan kontribusi kepada perkembangan dan inovasi yang dilakukan Bank Jago ke depan, khususnya pada bisnis perbankan syariah,” ujarnya, dikutip Rabu, 18 Mei 2025. 

 Berikut susunan Dewan Pengawas Syariah Bank Jago yang disetujui RUPST hari ini: 

  • Ketua                 : Yulizar Djamaluddin Sanrego
  • Anggota            : Muhammad Maksum
  • Anggota            : Sutan Emir Hidayat

Kinerja Bank Jago

Sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank), Bank Jago memperoleh pencapaian positif sepanjang 2024. Ini merupakan bukti konsistensi Bank Jago yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem sehingga dapat bertumbuh secara berkualitas, baik dari jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), maupun penyaluran kredit. 

Pada akhir 2024, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 15,3 juta nasabah, termasuk 12,1 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. 

Baca juga : RUPST Segar Kumala Indonesia Sepakat Tebar Dividen Rp21 Miliar

Peningkatan pengguna Aplikasi Jago berdampak positif terhadap jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp18,8 triliun pada akhir 2024 lalu atau tumbuh 56 persen dibandingkan dengan perolehan 2023. 

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Jago juga mencatatkan jumlah kredit mencapai Rp17,7 triliun pada akhir 2024 atau meningkat 36 persen dibandingkan dengan 2023. Pertumbuhan kredit menumbuhkan aset Bank Jago menjadi Rp28,5 triliun, meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan berkelanjutan pada bisnis bank juga berkontribusi pada peningkatan profitabilitas. Pada 2024, Bank Jago mencatatkan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebesar Rp129 miliar, bertumbuh 78 persen dibandingkan dengan perolehan laba 2023 yang sebesar Rp72 miliar. 

“Inovasi dan kolaborasi, serta kehati-hatian menjadi kunci kami dalam menjaga kinerja bank tetap positif dan tumbuh secara sehat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

46 mins ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

58 mins ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

1 hour ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago