Perbankan

RUPST Bank Jago Angkat Arief Harris jadi Dirut

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengesahkan perubahan struktur kepemimpinan, pada hari ini Kamis (25/5). Arief Harris Tandjung mendapatkan mandat untuk menjadi Direktur Utama, menggantikan Kharim Siregar yang telah habis masa jabatnya.

RUPS menyatakan Arief Harris akan menjabat sebagai Direktur Utama Bank Jago, efektif terhitung sejak RUPS dan setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Arief merupakan bankir senior yang belasan tahun bekerja bersama dengan Kharim Siregar. Seluk beluk Bank Jago telah Arief ketahui secara mendalam, karena merupakan salah satu jajaran pendiri. Ia selama ini juga terkenal sebagai “juru bicara” bank Jago ke para investor dan pelaku pasar lainnya. 

Sebelum membangun Bank Jago, Arief Harris Tandjung ikut membesarkan PT Bank BTPN Tbk. Total aset BTPN melesat 10 kali lipat hanya dalam periode 10 tahun. Pada 2008 lalu, BTPN hanya memiliki aset sekitar Rp10,6 triliun namun kini menjadi bank beraset Rp101,9 triliun pada 2018.

Sebelum di BTPN, Arief tercatat sebagai Vice President Corporate Performance Management di Bank Permata. Arief juga sempat berlabuh di Standard Chartered Bank sebagai Senior Manager dan Head of Consumer Banking Business, juga di  Bank Danamon sebagai Executive Vice President dan Head of SME Banking Business.

Arief adalah lulusan Universitas Indonesia, meraih gelar Sarjana Teknik Elektro pada 1991. Ia pernah mengikuti CFO Strategic Financial Leadership Program yang digelar oleh Stanford Business School Executive Education pada 2013.

Kharim Siregar pun merasa yakin Bank Jago akan bertambah baik di bawah kepemimpinan Arief. “Pak Arief yang sudah berkecimpung di perbankan sekitar 30 tahun. Kita tidak perlu meragukan kemampuan Pak Arief,” ujarnya seperti dikutip Kamis, 25 Mei 2023.

Berbeda dengan Kharim yang terkenal sebagai bankir spesialis IT, Arief justru lebih banyak menghabiskan perjalanan karirnya di bidang finance. Kharim sudah membangun fondasi Bank Jago yang sangat kokoh, berfundamental baik, dan memiliki posisi tersendiri di industri bank digital yang mampu tertanam dalam ekosistem. 

Kharim berhasil mengintegrasikan Bank Jago dengan ekosistem raksasa GoTo, yang memiliki tiga bisnis utama yakni Gojek, GoPay, dan Tokopedia. Seperti diketahui, ketiganya merupakan entitas bisnis terbesar di e-commerce Indonesia. Bank Jago juga terintegrasi dengan ekosistem bidang investasi, yakni dengan perusahaan sekuritas Stockbit dan Aplikasi Reksadana Online Bibit.id. 

Di samping membangun ekosistem, Bank Jago juga berkolaborasi dengan sejumlah institusi otomotif, yakni BFI Finance dan PT Carsome Indonesia. Tercatat hingga akhir 2022, Bank Jago telah berkolaborasi dengan puluhan institusi yang berasal dari startup digital, multifinance, hingga institusi keuangan digital lainnya. 

“Sehingga tugas saya adalah merawat dan meneruskan legacy beliau serta membawa bank ini ke level yang lebih tinggi lagi,” ungkap Arief Harris.

Dengan perubahan pada pucuk pimpinan, berikut struktur Direksi Bank Jago yang baru.

  1. Direktur Utama: Arief Harris Tandjung
  2. Direktur Kepatuhan: Tjit Siat Fun
  3. Direktur: Peter van Nieuwenhuizen
  4. Direktur: Sonny Christian Joseph
  5. Direktur: Umakanth Rama Pai

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

22 mins ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

44 mins ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

2 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

6 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

14 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

15 hours ago