Keuangan

RUPST Asuransi Harta Aman Pratama Tunjuk Direksi dan Komisaris Baru

Jakarta – Asuransi Harta Aman Pratama (HAP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini (7/6), secara hybrid melalui pertemuan tatap muka langsung di Wisma 46, Jakarta dan via daring (dalam jaringan) via Acuan Kepemilikan Sekuritas KSEI (AKSes.KSEI).

Hasil RUPST menghasilkan keputusan yang terangkum dalam sejumlah poin-poin, antara lain menyetujui laporan tahunan perseroan termasuk pengesahan laporan keuangan dan laporan pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

Poin kedua, menyetujui penetapan kantor akuntan publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

Kemudian, poin ketiga ialah menyetujui perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris. Serta menyetujui dan menerima dengan baik permohonan pengunduran diri dari direksi dan komisaris sebelumnya.

Dengan demikian, berikut jajaran direksi dan komisaris Asuransi Harta Aman Pratama yang baru:

Dewan Komisaris

  1. Komisaris Utama: Adhi Indrawan
  2. Komisaris Independen: Pramono Margono
  3. Komisaris Independen: Adi Purnomo Wijaya

Dewan Direksi

  1. Direktur Utama: Yulianto Piettojo
  2. Direktur: Josef Gunawan Setyo
  3. Direktur: Indradi Prasodjo
  4. Direktur: Treesje Halim
  5. Direktur Kepatuhan: Sutjianta

Lalu poin terakhir dalam RUPST, yaitu menyetujui perubahan Pasal 17 ayat 6 huruf (a) dan (b) Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Pasal 20 Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau perusahaan publik.

Sebagai informasi, sepanjang 2022, HAP berhasil menumbuhkan kinerja bisnisnya. Hal ini tercermin dari pendapatan premi bruto yang meningkat 19,69% secara tahunan, atau dari Rp568,11 miliar pada 2021 menjadi Rp679,99 miliar di tahun lalu. (*) Bagus Kasanjanu

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

4 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

4 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

4 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

5 hours ago