News Update

RUPSLB BTN Tetapkan Nixon Kembali Jadi Dirut, Didyk Choiroel Masuk Jajaran Komisaris

Poin Penting

  • Nixon L.P. Napitupulu kembali ditunjuk sebagai Direktur Utama BTN untuk melanjutkan periode kepemimpinan.
  • Didyk Choiroel ditetapkan sebagai Komisaris baru BTN, menunggu persetujuan fit and proper test OJK.
  • Kinerja BTN solid hingga akhir 2025, aset tumbuh 8,6% YoY menjadi sekitar Rp510 triliun.

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Rabu, 7 Januari 2026, memutuskan penambahan satu anggota dewan komisaris. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Didyk Choiroel sebagai komisaris BTN.

Diketahui, Didyk Choiroel saat ini mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Didyk akan menjalani uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum resmi menjalankan tugasnya.

Baca juga: BTN Gelar RUPSLB Hari Ini, Ada Perubahan Pengurus

Sementara itu, RUPSLB BTN tidak mengubah susunan dewan direksi. Nixon L.P. Napitupulu kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama BTN.

Nixon sebelumnya menjabat sebagai Dirut BTN sejak 16 Maret 2023 menggantikan Haru Koesmahargyo. Ia kemudian kembali ditetapkan sebagai Dirut untuk periode kedua melalui RUPS Tahunan 2025 pada 26 Maret 2025, berdasarkan keputusan OJK.

Dewan Pengurus BTN

Untuk posisi dewan direksi masih ditempati oleh Oni Febrianto Rahardjo sebagai Wakil Dirut, Tan Jacky Chen sebagai Direktur Information Technology, Venda Yuniarti sebagai Direktur Treasury & International Banking, Helmy Afrisa Nugroho sebagai Direktur Corporate Banking, dan Setiyo Wibowo sebagai Direktur Risk Management.

Selanjutnya, Direktur Consumer Banking Hirwandi Gafar, Direktur Finance & Strategy Nofry Rony Poetra, Direktur Human Capital & Compliance Eko Waluyo, Direktur Operations I Nyoman Sugiri Yasa, Direktur Network & Retail Funding Rully Setiawan, Direktur Commercial Banking Hermita.

Baca juga: Dukung Pemulihan, BTN Salurkan Bantuan Rp13,17 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Sementara itu, pada dewan komisaris masih diisi oleh wajah lama yakni Komisaris Utama Suryo Utomo, Wakil Komisaris Utama Dwi Ary Purnomo, Komisaris Fahry Hamzah, Komisaris Independen Ida Nuryanti, Komisaris Independen Pietra Machreza Paloh, dan Komisaris Independen Panangian Simanungkalit.

Kinerja BTN Tumbuh Solid hingga Akhir 2025

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, di tengah proses pemulihan ekonomi dan tantangan dinamika makro, perseroan mampu mencatatkan kinerja yang solid hingga akhir 2025. Total aset BTN tercatat tumbuh 8,6 persen secara year-on-year (YoY) menjadi sekitar Rp510 triliun.

“Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK) yang tetap positif dan sehat. Rasio keuangan BTN juga terjaga dan berada di atas ketentuan minimal regulator,” kata Nixon.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Di Tengah Tech Winter, Kinerja Industri Modal Ventura Tetap Impresif, Ini Buktinya

Poin Penting Laba industri modal ventura melonjak 150,78% yoy menjadi Rp579,77 miliar per November 2025,… Read More

1 hour ago

KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

Poin Penting KPK menetapkan eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota… Read More

2 hours ago

OJK Blokir 2.617 Investasi dan Pinjol Ilegal Sepanjang 2025, Kerugian Capai Rp9 Triliun

Poin Penting Sepanjang 2025, OJK menerima 26.220 pengaduan (21.249 pijol ilegal, 4.971 investasi ilegal) dan… Read More

2 hours ago

OJK Waspadai Dampak Konflik AS-Venezuela ke Sektor Keuangan RI

Poin Penting OJK memantau dampak konflik AS–Venezuela, terutama terhadap harga minyak dunia dan komoditas ekspor… Read More

2 hours ago

OJK Gelar 6.548 Kegiatan Edukasi Keuangan Sepanjang 2025, Jangkau Hampir 10 Juta Peserta

Poin Penting Sepanjang 2025, OJK menggelar 6.548 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 9,9… Read More

2 hours ago

Total Pembiayaan Multifinance Terdampak Bencana Sumatra Tembus Rp807,70 Miliar

Poin Penting Pembiayaan multifinance terdampak banjir di Sumatra dan Aceh naik 0,60% (mtm) atau Rp4,78… Read More

2 hours ago