Jakarta – BRIsyariah telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar di Jakarta (5/11) dengan menyetujui adanya perubahan susunan komisaris.
Dalam rapat tersebut telah memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan Komisaris Utama BRISyariah, Parman Nataatmadja dan komisaris independent Ernie Tisnawati Sule.
Mata acara rapat berdasarkan Pasal 20 ayat 12 anggaran dasar perseroan, yang mengatur bahwa anggota dewan komisaris perseroan diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 27/POJK.03/2016 tentang penilaian kemampuan dan kepatutan bagi pihak utama lembaga jasa keuangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan tenaga, pikiran, dan kontribusi yang diberikan bapak Parman Nataatmadja selama menjadi Komisaris Utama BRIsyariah dan Ibu Ernie Tisnawati Sule sebagai Komisaris Independen,” ujar Komisaris BRIsyariah Eko Suwardi dalam RUPSLB melalui video conference di Jakarta, Kamis 5 November 2020.
Eko menambahkan, susunan komisaris baru BRIsyariah diharap dapat memberikan pengelolaan yang optimal bagi seluruh nasabah dan pemangku kepentingan serta berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Sementara untuk susunan direksi BRIsyariah tercatat tidak mengalami perubahan. Dimana Ngatari tetap memimpin jajaran direksi sebagai Direktur Utama, bersama Direktur Bisnis Komersil, Kokok Alun Akbar, Direktur Bisnis Ritel, Fidri Arnaldy, Direktur Operasional, Fahmi Subandi, serta Direktur Kepatuhan, Yana Soeprianan.
Dengan begitu, berikut ini susunan lengkap pengurus BRIsyariah usai RUPS-LB:
Dewan Pengawas Syariah:
Dewan Komisaris:
Direksi:
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More