Ilust
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini (31/8). Dalam rapat tersebut perseroan memutuskan untuk merombak jajaran direksi dan komisaris.
Berdasarkan sumber yang diterima Infobank, RUPSLB mengangkat tiga nama sebagai direktur baru Bank BNI. Pertama, perseroan memutuskan untuk menunjuk Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Treasury menggantikan Henry Panjaitan.
Kemudian, Bank BNI juga menunjuk Toto Prasetio sebagai Direktur Teknologi dan Operasi menggantikan Y.B. Hariantono. Kemudian, perseroan juga mengangkat Mucharom sebagai Direktur Human Capital dan Kepatuhan, mengisi bangku kosong yang sebelumnya ditempati oleh Bob Tyasika Ananta.
Selain merombak jajaran direksi, perseroan juga menunjuk Fadlansyah Lubis sebagai Komisaris menggantikan Ratih Nurdiati.
Dengan demikian, berikut susunan jajaran direksi dan komisaris BNI yang baru:
Jajaran Direksi
Jajaran Komisaris
“Dengan adanya keputusan para pemegang saham ini, diharapkan BNI dapat menjadi Lembaga Keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BNI Royke Tumilaar.
Sepanjang Semester I-2022, BNI membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid, seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah top tier. Tercatat, laba bersih BNI Semester I Tahun 2022 tercatat mencapai Rp8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara tahunan (YoY). Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang tumbuh 8,9% YoY sehingga mencapai Rp620,42 triliun.
Kinerja penghimpunan dana masyarakat yang kuat, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp691,84 triliun, naik 7,0% YoY, dimana 69,2% diantaranya adalah Current Account Saving Account (CASA). Laba bersih juga dihasilkan dari kontribusi non-interest income yang pada Semester I Tahun 2022 ini dapat mencapai Rp7,6 triliun atau naik 11,0% YoY.
Baca juga: Cetak Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah, Menteri Erick Apresiasi BNI
Hal ini didukung oleh transformasi digital yang terus dilakukan, terutama pada tiga Product Champion BNI, yaitu BNI Direct, BNI Mobile Banking, dan BNI Xpora. Pada Semester I tahun ini, Perseroan berhasil membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) sebesar Rp17,2 triliun, tertinggi dalam sejarah kinerja Perseroan.
“Dengan tren pertumbuhan kinerja tersebut, BNI berhasil menembus total aset hingga Semester pertama 2022 senilai Rp 946,49 triliun, naik 8,2% YoY. Dengan bekal aset tersebut BNI memiliki kemampuan untuk meminimalisir risiko yang dihadapi ke depan,” tutupnya. (*)
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More