Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memutuskan mengangkat Ario Bimo sebagai direktur keuangan (dirkeu). Dari manajemen lama Catur Budi Harto diberhentikan dengan hormat.
Sedangkan Anggoro Eko Cahyo yang sebelumnya menjabat direktur keuangan ditunjuk sebagai direktur bisnis konsumer. Adapun susunan direksi BNI usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8) adalah sebagai berikut:
– Direktur Utama: Achmad Baiquni
– Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
– Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
– Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok P Setyawati
– Direktur Manajemen Risiko: Rico Budidarmo
– Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
– Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
– Direktur Tresuri dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
– Direktur Teknologi Informasi dan Operasi: Dadang Setiabudi
– Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah
– Direktur Keuangan: Ario Bimo
Sementara di jajaran komisaris Askolani masuk menggantikan Marwanto Harjowiryono yang digeser ke jajaran komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Adapun jajaran komisaris lengkap sebagai berikut:
– Komisaris Utama/Komisaris Independen: Ari Kuncoro
– Wakil Komisaris Utama: Hambra
– Komisaris Independen: Pataniari Siahaan, Revrisond Baswir, Ahmad Fikri Assegaf dan Sigir Widyawan
– Komisaris: Joni Swastanto, Askolani dan Ratih Nurdiati. (*)
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More
Poin Penting OJK menilai perkembangan AI di 2026 menjadi peluang strategis bagi industri modal ventura,… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun… Read More
Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More