News Update

RUPSLB BFI Finance Rombak Pengurus, Ini Susunan Terbarunya

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) yang berlangsung pada Kamis, 30 Januari 2025 di BFI Tower, Tangerang Selatan, menyetujui merombak susunan pengurus perseroan.

Menukil keterbukaan publik Bursa Efek Indonesia, 3 Februari 2025, dalam rapat tersebut, para pemegang saham BFI Finance sepakat untuk mengangkat Sutadi sebagai presiden direktur perseroan, menggantikan posisi Francis Lay Sioe Ho yang diangkat menjadi presiden komisaris perseroan.

Sutadi akan efektif menjabat sebagai presiden direktur perseroan setelah memperoleh persetujuan dari regulator dan tetap menjabat sebagai direktur perseroan merangkap sebagai penjabat sementara presiden direktur perseroan.

Baca juga: Pembiayaan Baru BFI Finance Tembus Rp14,2 Triliun di September 2024

Masih dari jajaran direksi, RUPSLB BFI Finance juga menerima dan mengesahkan pengunduran diri Andrew Adiwijanto dari jabatannya sebagai direktur perseroan.

Sementara dari jajaran komisaris, posisi Kusmayanto Kadiman sebagai presiden komisaris perseroan digantikan oleh Francis Lay Sioe Ho.

Francis Lay Sioe Ho akan efektif menjabat posisi tersebut secepat-cepatnya 6 bulan sejak ditutupnya rapat dan setelah mendapatkan persetujuan dari regulator.

Berikut Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BFI Finance Hasil RUPSLB:

Dewan Komisaris

  • Presiden Komisaris : Kusmayanto Kadiman (2025)*
  • Presiden Komisaris: Francis Lay Sioe Ho (2025-2028)*
  • Komisaris Independen: Johanes Sutrisno (2021-2026)
  • Komisaris Independen: Alfonso Napitupulu (2021-2026)
  • Komisaris: Sunata Tjiterosampurno (2025-2028)
  • Komisaris: Saurabh N Agarwal (2023-2028)
Baca juga: Direktur Mandala Multifinance Yussy Santoso Mengundurkan Diri

Dewan Direksi

  • Presiden Direktur: Sutadi (2025-2028)*
  • Direktur: Sudjono (2024-2027)
  • Direktur: Goklas (2024-2027).

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

MK Putuskan Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara, Ini Respons KPK

Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More

1 hour ago

OJK Blokir 33.252 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat EDD

Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More

1 hour ago

OJK: 53 Penawaran Umum dalam Pipeline, 15 di Antaranya Siap IPO

Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More

1 hour ago

Marak Joki Coretax di Medsos, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya

Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More

3 hours ago

Universal Banking di Depan Mata, OJK Soroti Tantangan Kesiapan IT Industri Perbankan

Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Rebound, Balik Lagi ke Level 7.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More

4 hours ago