Ilustrasi - Pelayanan Bank Nobu. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Nationalnobu Tbk. atau Bank Nobu mengawali 2026 dengan merombak susunan pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) yang digelar pada 15 Januari 2026 di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten.
Berdasarkan ringkasan risalah RUPSLB dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 21 Januari 2026, rapat tersebut menyepakati pengangkatan direksi dan komisaris independent baru, serta menyetujui pemberhentian satu direksi.
RUPSLB Bank Nobu sepakat memberhentikan dengan hormat Andrian Meirawan Saputra dari jabatan direktur perseroan. Kemudian, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Lee Joo Hwan, sebagai direktur perseroan.
Dari jajaran dewan komisaris, RUPSLB Bank Nobu mengangkat Patrick Nai-Chung Chang sebagai komisaris independen perseroan.
Pengangkatan Patrick Nai-Chung Chang akan efektif setelah yang bersangkutan lulus uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test dan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: Rencana Merger Bank Nobu dan MNC Bank Resmi Batal
Baca juga: Hanwha Akuisisi Bank Nobu, OJK: Kami Belum Terima Pengajuan Secara Tertulis
Hingga September 2025, Bank Nobu mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 59,06 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp359,88 miliar dibandingkan Rp226,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan publikasi, kenaikan laba Bank Nobu disokong pertumbuhan pendapatan bunga yang solid dan efisiensi biaya yang semakin baik.
Pendapatan bunga Bank Nobu naik 23,20 persen menjadi Rp1,86 triliun, sementara beban bunga meningkat 25,64 persen menjadi Rp1,00 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih tetap tumbuh sehat sebesar 20,45 persen menjadi Rp855,99 miliar, seiring dengan net interest margin (NIM) yang meningkat dari 3,68 persen menjadi 3,71 persen.
Dari sisi intermediasi, kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Nobu tumbuh pesat 21,66 persen menjadi Rp27,27 triliun, jauh di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional yang sebesar 11,81 persen (data OJK, September 2025).
Pendorong utama pertumbuhan ini adalah kenaikan dana murah (giro dan tabungan) sebesar 31,08 persen menjadi Rp9,41 triliun, dengan rasio CASA meningkat dari 32,02 persen menjadi 34,50 persen.
Pertumbuhan dana murah itu memperkuat struktur pendanaan bank dan mendukung efisiensi biaya bunga ke depan.
Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, kredit Bank Nobu tumbuh 19,47 persen menjadi Rp21,60 triliun, jauh melampaui pertumbuhan kredit industri yang sebesar 7,70 persen.
Kualitas kredit Bank Nobu juga tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) turun dari 0,68 persen menjadi 0,60 persen, sedangkan NPL net menurun dari 0,47 persen menjadi 0,44 persen.
Di sisi lain, aset Bank Nobu tumbuh kuat sebesar 18,04 persen menjadi Rp37,70 triliun, didukung pertumbuhan kredit dan DPK yang seimbang. (*)
Poin Penting Eastspring Indonesia menargetkan pertumbuhan AUM sekitar 10 persen pada 2026 Perusahaan menyiapkan peluncuran… Read More
Poin Penting BI menegaskan proses pencalonan Deputi Gubernur tidak memengaruhi kebijakan bank sentral, karena keputusan… Read More
Poin Penting Indonesia–Inggris sepakat memperkuat kemitraan strategis di sektor maritim dan keuangan Kerja sama maritim… Read More
Poin Penting Gubernur Banten Andra Soni resmi membuka RUPSLB Bank Banten dan menekankan pentingnya pengelolaan… Read More
Poin Penting AUM Eastspring Indonesia tumbuh 23 persen dari Rp59,4 triliun pada 2024 menjadi Rp72,9… Read More
Poin Penting Kadin menegaskan komitmen mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan keterlibatan aktif dunia usaha dalam proses… Read More