Perbankan

RUPSLB Bank Mandiri (BMRI), Riduan Dikabarkan Jadi Dirut Baru

Jakarta – Riduan, Wakil Direktur Utama (Wadirut) Bank Mandiri dikabarkan akan menggantikan Darmawan Junaidi menjadi Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri yang baru diangkat kembali pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Maret 2025 lalu. Selain nama Riduan, ada juga nama Alexandra Askandar yang kini menjabat sebagai Wadirut Bank Negara Indonesia (BNI) nyaring terdengar menjadi Mandiri 1.

Alexandra yang sebelumnya menjadi Wadirut Bank Mandiri sejak Minggu siang, namanya beredar luas ke masyarakat. Namun Minggu malam (3/8/2025), nama Riduan juga menguat di kalangan bankir.

Menurut beberapa sumber, Riduan memang tampaknya akan menjadi orang nomor 1 di bank terbesar di Indonesia ini. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin, 4 Agustus 2025 di Menara Mandiri Jakarta, pukul 09.00 WIB ini akan memutuskan nama dirut dan direksi lainnya.

Sementara, sumber lain menyebutkan, RUPSLB akan memutuskan pergantian komisaris dan Darmawan Junaidi masih tetap akan menjadi orang nomor 1 di Mandiri.

“Daftar riwayat hidup calon pengurus perseroan yang akan diangkat tersedia paling lambat pada saat RUPSLB diselenggarakan sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis manajemen Bank Mandiri dikutip dari keterbukaan informasi, 3 Agustus 2025.

Kinerja Bank Mandiri

Secara kinerja, Bank Mandiri menunjukkan performa yang solid di Mei 2025 dengan membukukan laba bersih tahun berjalan secara bank only sebesar Rp19,65 triliun. Perolehan ini tumbuh tipis sebesar 0,13 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Peningkatan laba tersebut ditopang kinerja intermediasi. Hingga Mei 2025, portofolio kredit Bank Mandiri mengalami kenaikan hingga 13,63 persen secara tahunan menjadi Rp1.309,68 triliun.

Di periode yang sama, Bank Mandiri mampu mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.405,8 triliun, atau tumbuh 8,54 persen secara tahunan.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK, total aset Bank Mandiri ikut terekek naik 9,85 persen dari Rp1.750,04 triliun di Mei 2024 menjadi Rp1.922,57 triliun pada Mei 2025.

Profil Riduan, Wadirut Bank Mandiri

Mengutip laman resmi Bank Mandiri, Riduan lahir di Palembang pada tahun 1970. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang. Kemudian, Riduan kembali melanjutkan pendidikan magister di universitas yang sama.

Di dunia perbankan nasional, nama Riduan sudah tak asing lagi. Dia memiliki rekam jejak yang panjang di industri perbankan Tanah Air.

Ia memulai karier di Bank Mandiri sejak 1999 dan telah menempati beberapa posisi strategis. Pada periode 2016 hingga 2017, Riduan menjabat sebagai Regional CEO II Bank Mandiri, yang mencakup wilayah Sumatera.

Selanjutnya pada 2017, Riduan dipercaya sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Corporate Banking.

Kariernya di bank pelat merah ini terus menanjak. Pada Januari 2019, Riduan diangkat sebagai Direktur Komersial Banking. Ini merupakan posisi baru yang ditujukan untuk memperkuat segmen kredit menengah.

Sebelum berkarier di Bank Mandiri, Riduan pernah dipercaya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi di BPJS Kesehatan dari tahun 2013 hingga 2016. (*)  

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

3 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

6 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

11 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

12 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

12 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

22 hours ago