Ilustrasi: Gedung Astra International/istimewa
Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) pada hari ini (19/11) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan jajaran komisaris dan direksi perseroan.
Dalam RUPSLB tersebut, perseroan telah menerima pengunduran diri John Raymond Witt dan Hsu Hai Yeh, masing-masing sebagai Komisaris. Sedangkan dari jajaran direksi, ada nama Chiew Sin Cheok yang mundur dari posisi Direktur.
Selanjutnya, pemegang saham sepakat mengangkat Lincoln Lin Feng Pan dan Lee Liang Whye sebagai Komisaris dan Hsu Hai Yeh diangkat menjadi Direktur.
Baca juga: Tiga Lini Bisnis Astra Financial Perkuat Literasi Keuangan dan Keberlanjutan Lingkungan
Keputusan tersebut terhitung sejak ditutupnya RUPSLB untuk masa jabatan sebagaimana yang ditentukan oleh Anggaran Dasar Perseroan.
“Terima kasih kepada Bapak John Raymond Witt dan Bapak Chiew Sin Cheok, yang kini telah memasuki masa pensiun, atas kontribusi, dedikasi, dan jasanya yang telah diberikan, serta terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Astra,” ucap Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra, dalam keterangan resmi di Jakarta, 19 November 2025.
Baca juga: Bos Astra: Kesejahteraan Tak Harus Mengorbankan Alam dan Budaya
Adapun, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More