Jakarta – PT Bank Multiarta Sentosa Tbk. (Bank MAS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 28 Mei 2025.
Dalam RUPST Bank MAS 2025 tersebut, diputuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp32,35 miliar.
Besaran dividen tersebut berasal dari raihan laba bersih 2024 yang membukukan sebesar Rp214,69 miliar.
Selain itu, rapat memutuskan penggunaan laba bersih untuk pembentukan dana cadangan wajib dan sisanya untuk penguatan modal.
Dalam RUPSLB juga disetujui perubahan dan pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseoran.
Bank MAS memutuskan untuk mengangkat Iwan Nataliputra sebagai Komisaris Independen Perseroan menggantikan Tommy Mukdani.
Baca juga: RUPST Bank MAS Sepakat Bagikan Dividen Rp32,24 Miliar dan Angkat Komisaris Independen Baru
Iwan sebelumnya merupakan Komisaris Independen PT Bank J Trust Indonesia Tbk. (BCIC) yang mengundurkan diri pada 28 April 2025.
Berikut adalah susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank MAS berdasarkan hasil RUPS-LB, Rabu, 28 Mei 2025:
Komisaris Utama: Hendrik Tanojo
Komisaris: Juwita Ekawati Winoto
Komisaris Independen: Nancy Herawati
Komisaris Independen: Iwan Nataliputra*)
*) Efektif sejak persetujuan Fit & Proper dari OJK
Direktur Utama: Ho Danny Hartono
Direktur: Budi Afandi Winoto
Direkur: Fely Retnowati
Direktur: Rahmat Bagas Santoso
Direktur: Budi Setiawan
Direktur: Edwin Ariono. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More