Boyke Wibowo Mukiyat ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bahana TCW. Foto: Istimewa.
Jakarta – PT Bahana TCW Invesment Management (Bahana TCW) menunjuk Boyke Wibowo Mukiyat sebagai Komisaris Independen Bahana TCW, menggantikan Edgar Ekaputra.
Keputusan ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan efektif berlaku setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
‘’Kami berterima kasih atas segala bimbingan dan pengawasan yang telah diberikan oleh Bapak Edgar Ekaputra selama menjadi Komisaris Independen di Bahana TCW dan menyambut kehadiran Bapak Boyke yang akan memperkuat jajaran Dewan Komisaris,’’ ungkap Rukmi Proborini, Presiden Direktur Bahana TCW dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 12 Juli 2023.
Baca juga: Patrick Walujo “Turun Gunung” Jadi CEO GOTO, Agus Marto Komisaris Utama
Sebelum bergabung dengan Bahana TCW, Boyke telah memiliki pengalaman di dunia pasar modal selama lebih dari 30 tahun baik menjabat sebagai direksi maupun komisaris.
Boyke pernah memperkuat jajaran Direksi PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT Niaga Aset Management, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), serta masuk dalam jajaran Komisaris di berbagai perusahaan antaranya PT Bahana Sekuritas, PT Bahana Artha Ventura, PT BNI Sekuritas, serta beberapa perusahaan non-keuangan lainnya.
Penunjukkan Boyke Mukiyat ini, Bahana TCW berharap dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan dalam melakukan inovasi produk dan layanan investasi yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat Indonesia sekaligus membantu pertumbuhan pasar modal di Indonesia.
Dengan adanya pergantian ini, maka susunan jajaran Dewan Komisaris Bahana TCW per Juli 2023 menjadi:
1. Pantro Pander Silitonga – Komisaris Utama
2. Marc Irwin Stern – Komisaris
3. Boyke Wibowo Mukiyat – Komisaris Independen
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More