Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Setelah Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan virus corona sebagai pandemi global, nilai tukar rupiah diperkirakan terus merosot melemah hingga mendekati 14.800/US$ pada perdagangan hari ini (13/3).
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra kepada infobanknews menjelaskan, harga aset-aset berisiko seperti saham jatuh lebih dalam.
“Indeks Dow Jones turun 10%. Indeks saham Asia turun lebih dari 5%. Pagi ini Nikkei sudah turun lebih dari 8%. Ini bisa memberikan tekanan untuk rupiah hari ini,”kata Ariston di Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.
Ariston menyebut, saat ini pasar masih menunggu kebijakan-kebijakan stimulus baru baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara besar seperti AS untuk meredam kekhawatiran pasar dan mengurangi dampak negatif wabah corona terhadap perekonomian.
Dirinya berharap seluruh stimulus tersebut dapat meredam pelemahan rupiah pada sepanjang hari ini.
Sebagai informasi, pada perdagangan pagi hari ini (13/3) Kurs Rupiah berada di level Rp14.640/US$ posisi tersebut melemah bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (12/3) yang masih berada di level Rp14.522/US$.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (13/3) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.815/ US$ atau terlihat tertekan melemah dari posisi Rp14.490/US$ pada perdagangan kemarin (12/3). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BSN menggelar Developer Gathering 2026 di empat kota sebagai langkah strategis menjadikan developer… Read More
Poin Penting BCA Insurance luncurkan BIG (BCA Insurance Guard) sebagai aplikasi mobile untuk mempermudah nasabah… Read More
Poin Penting Dalam waktu kurang dari setahun sebagai bank emas, total nasabah bisnis emas BSI… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, BCA Digital menyalurkan kredit Rp8,6 triliun atau tumbuh 38 persen secara… Read More
Poin Penting IHSG sempat turun tajam hingga 7.654 dan memicu trading halt dua kali akibat… Read More
Poin Penting Amartha optimistis pembiayaan UMKM, khususnya segmen ultra mikro, tetap tumbuh karena kebutuhan modal… Read More