Market Update

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan MSCI, Begini Proyeksinya Hari Ini

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah ke Rp16.810 per dolar AS pada Jumat (30/1/2026), turun 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Sentimen negatif usai pengumuman MSCI masih membebani pasar ekuitas domestik dan menekan pergerakan rupiah.
  • Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Jumat (30/1). Rupiah dibuka di level Rp16.810 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.755 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS seiring sentimen negatif yang belum sepenuhnya mereda di pasar ekuitas domestik pasca pengumuman MSCI.

“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS oleh sentimen yang masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI kemarin,” ujar Lukman, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca juga: Respons Evaluasi MSCI, OJK Siapkan Aturan Baru Batas Free Float 15 persen

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS hari ini,” kata Lukman.

Penguatan Dolar AS Jadi Faktor Eksternal

Sementara itu, Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyebut indeks dolar AS (DXY) diperdagangkan di atas level 96 pada Kamis, setelah sempat menyentuh titik terendah dalam empat tahun di awal pekan.

Pergerakan tersebut dipicu pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menegaskan kembali komitmen terhadap “kebijakan dolar yang kuat”.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.767 per Dolar AS

Pernyataan tersebut berseberangan dengan sinyal Presiden Donald Trump sebelumnya yang menyebut pelemahan dolar masih dapat diterima.

Bessent menekankan bahwa fundamental ekonomi AS yang kuat dan kebijakan yang tepat akan menarik arus modal masuk, sekaligus menepis spekulasi intervensi AS untuk melemahkan dolar terhadap yen.

Harga Emas Terus Menguat

Di sisi lain, harga emas melonjak di atas USD5.400 per ons, melanjutkan penguatan setelah koreksi singkat pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kian Meroket, Antam Anjlok

Sepanjang bulan ini, harga emas mencatat kenaikan lebih dari 25 persen, menjadi kinerja bulanan terbaik sejak 1980-an.

“Reli ini didorong oleh pelemahan dolar AS yang berkelanjutan, bersamaan dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik,” pungkas Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ninik Herlani Masli Mundur dari Kursi Komisaris Independen SMBC Indonesia, Ada Apa?

Poin Penting Ninik Herlani Masli Ridhwan mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen PT Bank SMBC Indonesia… Read More

16 mins ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Pesan Prabowo

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dalam serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.… Read More

16 mins ago

Laba Jamkrindo Syariah Meroket 160,64 Persen, Tembus Rp141,03 M di 2025

Poin Penting Laba bersih melonjak 160,64% menjadi Rp141,03 miliar pada 2025, dari Rp54,11 miliar pada… Read More

34 mins ago

Kebijakan Mandatori Biodiesel B50 Berlaku Mulai 1 Juli 2026

Poin Penting Pemerintah menerapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai langkah kemandirian dan efisiensi… Read More

2 hours ago

Tak Ada WFH, Pemerintah Tegaskan Kegiatan Pendidikan Berlaku Normal dan Tatap Muka

Poin Peting Seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka lima hari… Read More

3 hours ago

IHSG Ngegas, Dibuka Naik 1,43 Persen ke Posisi 7.149

Poin Penting IHSG dibuka naik 1,43 persen ke 7.149,27 dari 7.048,22 pada awal perdagangan (1/4).… Read More

3 hours ago