Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,08 persen ke level Rp18.098 per dolar AS.
- Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah menekan pergerakan rupiah.
- Sentimen domestik pascamundurnya Perry Warjiyo turut membebani nilai tukar.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/7/2026). Rupiah dibuka di level Rp18.098 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp18.083 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS. Tekanan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah setelah muncul laporan penyerangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS oleh harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah,” kata Lukman, Rabu, 29 Juli 2026.
Baca juga: Celios Beberkan Dampak Mundurnya Perry Warjiyo dari BI: Rupiah hingga Investor Terancam
Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga diperkirakan masih membebani pergerakan rupiah setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Sentimen domestik diperkirakan juga masih negatif pasca pengunduran diri Gubernur BI,” imbuhnya.
Baca juga: BI Optimistis Kebijakan Ini Bisa Bikin Rupiah Menguat
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra


