Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu, 6 Agustus 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.394 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,03 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.390 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, terdapat harapan baru akan penurunan suku bunga The Fed pada September 2025. Hal ini menyusul laporan ketenagakerjaan pada Juli yang lemah dan revisi ke bawah untuk bulan-bulan sebelumnya.
“Kekhawatiran tentang stagflasi muncul kembali setelah indeks Jasa ISM AS menunjukkan aktivitas telah terhenti pada Juli 2025,” kata Andry dalam keterangannyam Rabu, 6 Agustus 2025.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Data yang dikumpulkan oleh ISM AS menunjukkan bahwa aktivitas jasa hampir terhenti pada Juli 2025, sangat kontras dengan ekspektasi peningkatan yang lebih cepat. Sementara itu, indikator ketenagakerjaan untuk sektor jasa dan manufaktur juga mengalami penurunan.
“Hal ini memperburuk kekhawatiran akan melemahnya kondisi ekonomi karena lebih dari 250.000 data non-farm payroll (NFP)AS dihapus dari agregat dalam dua bulan terakhir akibat revisi data yang signifikan,” ujarnya.
Di sisi lain, ancaman tarif tinggi dari Presiden Trump hingga 250 persen untuk impor farmasi, serta potensi pungutan untuk semikonduktor, turut meningkatkan kekhawatiran pasar. Ketidakpastian perdagangan dengan India, Swiss, dan Tiongkok menjadi perhatian tersendiri.
Baca juga: Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dongkrak Rupiah ke Rp16.409 per Dolar AS
Lebih lanjut, Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi mengisyaratkan negaranya akan terus membeli energi dari Rusia. Sementara itu, pemerintah Brasil menangkap mantan Presiden Jair Bolsonaro. Kedua kondisi ini, menurut Presiden AS Trump, dapat memicu tarif tambahan minggu ini.
Selain itu, indeks dolar AS (DXY) bertahan di bawah level 99 pada Selasa, melanjutkan penurunan dari level tertinggi dua bulan di 100,1 pada Jumat sebelumnya. Ini mencerminkan pelemahan ekonomi AS dan risiko penurunan arus perdagangan global.
Dengan berbagai tekanan global dan domestik tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang terbatas sepanjang hari ini.
“Rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp16.368 dan Rp16.423,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More