Moneter dan Fiskal

Rupiah Sentuh Rp17.000, IHSG Ambruk, Purbaya: Ekonomi Masih Ekspansi

Poin Penting

  • Rupiah sempat menyentuh Rp17.000 per dolar AS, sementara IHSG turun 3,12 persen ke level 7.348 di tengah lonjakan harga minyak dunia hingga USD100 per barel
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ekonomi domestik masih dalam fase ekspansi dan belum menunjukkan tanda perlambatan
  • Pemerintah menilai fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan memiliki pengalaman menghadapi krisis seperti 1998 dan 2008–2009 untuk meredam gejolak pasar.

Jakarta – Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.000 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). Begitu pun dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok ke level 7.348 atau melemah 3,12 persen, di tengah lonjakan harga minyak dunia yang mencapai USD100 per barel.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi ekonomi domestik masih terus ekspansi dan belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

“Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” kata Purbaya saat ditemui di Blok A Pasar Tanah Abang, Senin, 9 Maret 2026.

Baca juga: Rupiah Sempat Tembus Rp17.000 per USD, BI Diminta Prioritaskan Stabilisasi Nilai Tukar
Baca juga: IHSG Tertekan Tensi Geopolitik, Sektor Saham Ini Masih Layak Dicermati

Purbaya meminta agar investor di pasar saham tidak perlu khawatir, sebab pondasi ekonomi domestik akan terus dijaga. Dia menyebut, Indonesia pernah mengalami krisis pada 1998 dan 2008-2009 yang bisa diatasi melalui kebijakan yang sesuai untuk memitigasi risiko.

“Jadi yang investor di pasar saham nggak usah takut, fondasi kita jaga betul. Kita sudah tahu krisis 98 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan, 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas,” ucapnya.

“Jadi teman-teman nggak usah takut, kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi,” tambahnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Tragedi Bantargebang Terulang, Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 4 Orang

Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More

21 mins ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup pada Level 7.337

Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More

26 mins ago

Panglima TNI Siaga 1: Pasukan dan Alutsista Disiapkan, Ada Apa?

Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More

34 mins ago

Harga Minyak Sempat Tembus USD100 per Barel, Purbaya Buka Suara soal APBN dan BBM

Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More

41 mins ago

RUPST BNI Sepakat Tebar Dividen Rp13,02 Triliun atau 65 Persen dari Laba 2025

Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More

1 hour ago

Setahun Berjalan, Dana Emas Kelolaan BSI Tembus 22,5 Ton

Poin Penting Emas kelolaan layanan bullion bank BSI mencapai sekitar 22,5 ton dalam satu tahun… Read More

2 hours ago