News Update

Rupiah Perkasa, Bukti Fundamental Ekonomi RI Positif

Jakarta – Penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir disebut sebagai bukti positifnya fundamental perekonomian Indonesia. Dalam perdagangan hari ini (10/1) saja nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di level Rp13.377/US$ bila dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level 13.840/US$.

Demikian hal tersebut seperti disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo di Masjid Baitul Ihsan BI Jakarta, Jumat 10 Januari 2020. Menurutnya, penguatan rupiah merupakan dampak dari tiga fundamental ekonomi RI yang masih terjaga yakni pertumbuhan ekonomi, rendahnya inflasi dan terjaganya stabilitas eksternal.

“Alhamdulillah nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan. Hari ini juga di bawah Rp13.800/US$ bahkan Rp13.750/US$ itu menunjukkan penguatan,” kata Perry di Jakarta, .

Lebih lanjut Perry mengungkapkann bahwa penguatan rupiah ini juga sesuai dengan mekanisme pasar yang baik. Dirinya menyebut, pasokan valuta asing (valas) lebih tinggi dari permintaan. Supply valas ini bersumber dari eksportir yang menukarkan devisanya ke rupiah dan aliran modal asing yang deras ke Indonesia.

“Supply valas ini cukup memenuhi permintaan pasar, dan penguatan menunjukkan konfidens kebijakan pemerintah dan bank sentral,” jelas Perry.

Meski begitu, BI memandang Indonesia dinilai masih perlu melanjutkan pengelolan kebijakan makro ekonomi yang konsisten dan pruden, serta melanjutkan langkah langkah kebijakan struktural yang konkret untuk memperbaiki struktur ekonomi, sehingga kepercayaan investor global ke Indonesia akan lebih kuat.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, menguatnya rupiah juga sejalan dengan prospek perang di Timur Tengah yang sudah mulai surut pada hari Rabu ketika AS dan Iran mundur dari konfrontasi lebih lanjut menyusul serangan Iran terhadap pasukan AS di pangkalan militer AS di Irak

“Gejolak geopolitik akan memberikan pengaruh dalam jangka pendek, meski demikian, otoritas moneter akan terus memantau perkembangan global,” kata Ibrahim di Jakarta.

Menurutnya, saat ini pasar sedang menanti negosiasi perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dengan China yang akan diteken dalam waktu dekat ini. Disisi lain, penguatan rupiah juga didorong akibat proyeksi Bank Dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 akan tumbuh 3-3,1% meningkat dari 2,9%.

Adapun berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (10/1) kurs rupiah berada pada posisi Rp13.812/ US$ terlihat menguat dari posisi Rp13.860/US$ pada perdagangan kemarin (9/1). (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

4 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

8 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

12 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

12 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

13 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

13 hours ago