Moneter dan Fiskal

Rupiah Nyaris Tembus Rp16.300 per Dolar AS, Begini Penjelasan BI

Jakarta – Rupiah kembali meleleh beberapa hari terakhir. Berdasarkan data dari Bloomberg pukul 14.10 WIB pada Rabu (12/6/2024) rupiah hampir tembus Rp16.300 atau tepatnya di angka Rp16.296 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto mengatakan pelemahan rupiah tersebut dipengaruhi oleh sentimen data tenaga kerja AS yang di atas ekspektasi pasar. Sehingga mendorong NDF (Non-deliverable forward) mata uang di Asia, termasuk rupiah mengalami pelemahan.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Masih Tertekan di Kisaran Rp16.330 per Dolar AS

“NDF IDR (rupiah) di hari Senin (10/6/2024) sempat berada di level Rp16.320, tapi saat ini NDF IDR sudah berada di sekitar Rp16.300,” kata Edi saat dihubungi Infobanknews, Rabu 12 Juni 2024.

Oleh karena itu, tambah Edi, hal tersebut yang menyebabkan nilai tukar rupiah di pasar spot pada Senin kemarin mengalam pelemahan.

“Namun saat ini rupiah relatif terkendali di bawah Rp16.300 per dolar AS,” jelasnya.

Baca juga: Komisi XI DPR Sepakat Turunkan Target Nilai Tukar Rupiah di 2025, Segini Kisarannya

BI pun menegaskan akan terus berada di pasar untuk menjaga ketahanan nilai tukar rupiah dari berbagai gejolak.

“BI memastikan berada di pasar untuk menjaga, jangan sampai ada gejolak yang ekstrem dan menjaga keseimbangan supply-demand valas terkendali untuk tetap menjaga confidence (kepercayaan) pasar tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

3 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

3 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

4 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

4 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

4 hours ago