Ilustrasi: Peredaran uang/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (23/12/2025). Rupiah dibuka di level Rp16.766 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,06 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.777 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, investor masih mencermati data ketenagakerjaan AS terbaru yang menunjukkan perlambatan perekrutan serta kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,6 persen.
Baca juga: Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Ini Faktor Pendorongnya
Menurut Andry, kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (the Fed) akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada tahun depan.
Sementara itu, aktivitas perdagangan global terpantau relatif tipis menjelang libur Natal. Perhatian pelaku pasar juga beralih ke rilis data ekonomi AS yang sempat tertunda pada akhir pekan ini.
“Termasuk perkiraan kedua PDB, untuk mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi secara bertahap melambat tanpa penurunan tajam,” kata Andry, Selasa, 23 Desember 2025.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.714 per Dolar AS
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.734 hingga Rp16.864 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.734 dan Rp16.846 per dolar AS hari ini,” ujar Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More