Moneter dan Fiskal

Rupiah Menguat ke Rp16.375, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa, 16 September 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.375 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,25 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.416 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) merosot ke level 97,3 pada Senin kemarin, level terlemah sejak akhir Juli 2025. Pelemahan ini dipicu oleh pelaku pasar yang menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

“Pasar telah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada hari Rabu, sementara masih menyisakan sedikit peluang penurunan yang lebih besar sebesar 50 bps, setelah data terbaru menunjukkan penurunan tajam di pasar tenaga kerja,” kata Andry, Selasa, 16 September 2025.

Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Seiring Investor Wait and See Kebijakan The Fed

Andry menambahkan, investor juga akan fokus pada proyeksi makroekonomi terbaru The Fed, khususnya arah suku bunga dengan ekspektasi bahwa pelonggaran akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Perpecahan suara akan diawasi dengan ketat, karena FOMC belum pernah terpecah tiga sejak 2019,” imbuhnya.

Selain itu, pelaku pasar memantau apakah Stephen Miran akan dikukuhkan sebagai Gubernur The Fed. Selain AS, Bank of Canada juga diperkirakan akan menurunkan suku bunga minggu ini, sementara Bank of Japan dan Bank of England kemungkinan akan mempertahankan kebijakannya.

“Dolar AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah terhadap pound, euro, dan yen,” jelasnya.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.430 per Dolar AS

Sehingga, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.365 dan Rp16.455 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.365 dan Rp16.455 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

55 mins ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

3 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago