Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keynote speech pada acara Sharing Session dengan tema "Mewujudkan BPR yang Tangguh melalui Sinergi dan Tata Kelola", di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025. (Foto: Muhammad Zullfikar)
Poin Penting
Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang tengah terjadi merupakan salah satu risiko pasar yang harus dihadapi industri perbankan.
Sebagaimana diketahui pada perdagangan Selasa (20/1/2026) pukul 12.34 WIB, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp16.969 per dolar AS atau melemah 0,08 persen.
“Kita lihat ya, itu kan masuk salah satu risiko pasar yang harus kita hadapi,” ujar Dian saat ditemui di Kompleks DPR RI, dikutip, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Nyaris Sentuh Rp17.000 per Dolar AS
Menurut Dian, dampak pelemahan rupiah terhadap stabilitas perbankan tidak dapat disamaratakan. Setiap bank memiliki karakteristik, penilaian risiko, dan mekanisme stress test yang berbeda dalam menghadapi gejolak pasar.
“Jadi saya kira itu harus di-assess individual bank seperti apa. Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu,” pungkasnya.
Baca juga: Gandeng OJK, Perbarindo Kediri Gelar Outlook Ekonomi 2026 dan Sosialisasi Aturan Pemasaran Layanan Keuangan
Dian menambahkan, OJK secara rutin memantau hasil penilaian risiko yang dilakukan oleh industri perbankan guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah tekanan nilai tukar.
“Sejauh apa sih dampaknya (gejolak), itu rutin biasanya mereka lakukan, di samping kita juga,” bebernya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting JMA Syariah telah memenuhi bahkan melampaui ekuitas minimum asuransi syariah Rp100 miliar sesuai… Read More
Poin Penting BEI akan menunjuk direksi baru periode 2026-2030 seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di Kabupaten Pati dan mengamankan delapan orang, termasuk Bupati Pati… Read More
Poin Penting JMA Syariah menargetkan pendapatan kontribusi tumbuh 20% pada 2026, atau sekitar Rp360 miliar… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI akan segera menjadwalkan fit and proper test calon Deputi… Read More
Poin Penting HSG sesi I ditutup naik 0,24% ke level 9.155,40 dan sempat mencetak all… Read More