Perbankan

Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan

Poin Penting

  • Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS, tercatat di level Rp16.969 pada perdagangan Selasa (20/1/2026).
  • OJK menilai pelemahan rupiah sebagai risiko pasar, namun dampaknya berbeda pada tiap bank tergantung profil risiko dan hasil stress test.
  • OJK rutin memantau penilaian risiko perbankan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah gejolak nilai tukar.

Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang tengah terjadi merupakan salah satu risiko pasar yang harus dihadapi industri perbankan.

Sebagaimana diketahui pada perdagangan Selasa (20/1/2026) pukul 12.34 WIB, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp16.969 per dolar AS atau melemah 0,08 persen.

“Kita lihat ya, itu kan masuk salah satu risiko pasar yang harus kita hadapi,” ujar Dian saat ditemui di Kompleks DPR RI, dikutip, Selasa, 20 Januari 2026.

Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Nyaris Sentuh Rp17.000 per Dolar AS

Menurut Dian, dampak pelemahan rupiah terhadap stabilitas perbankan tidak dapat disamaratakan. Setiap bank memiliki karakteristik, penilaian risiko, dan mekanisme stress test yang berbeda dalam menghadapi gejolak pasar.

“Jadi saya kira itu harus di-assess individual bank seperti apa. Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu,” pungkasnya.

Baca juga: Gandeng OJK, Perbarindo Kediri Gelar Outlook Ekonomi 2026 dan Sosialisasi Aturan Pemasaran Layanan Keuangan

Dian menambahkan, OJK secara rutin memantau hasil penilaian risiko yang dilakukan oleh industri perbankan guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah tekanan nilai tukar.

“Sejauh apa sih dampaknya (gejolak), itu rutin biasanya mereka lakukan, di samping kita juga,” bebernya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

JMA Syariah Klaim Sudah Lampaui Batas Modal Minimum 2026

Poin Penting JMA Syariah telah memenuhi bahkan melampaui ekuitas minimum asuransi syariah Rp100 miliar sesuai… Read More

1 hour ago

Respons Bos BEI soal Calon Direksi Baru Periode 2026-2030

Poin Penting BEI akan menunjuk direksi baru periode 2026-2030 seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode… Read More

1 hour ago

Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Ikut Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di Kabupaten Pati dan mengamankan delapan orang, termasuk Bupati Pati… Read More

2 hours ago

JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen di 2026

Poin Penting JMA Syariah menargetkan pendapatan kontribusi tumbuh 20% pada 2026, atau sekitar Rp360 miliar… Read More

3 hours ago

Komisi XI Berikan Bocoran Jadwal Fit & Proper Test Deputi Gubernur BI

Poin Penting Komisi XI DPR RI akan segera menjadwalkan fit and proper test calon Deputi… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Hijau ke Level 9.155

Poin Penting HSG sesi I ditutup naik 0,24% ke level 9.155,40 dan sempat mencetak all… Read More

3 hours ago