Moneter dan Fiskal

Rupiah Melemah Tipis, Investor Tunggu Keputusan FOMC

Poin Penting

  • Rupiah melemah tipis ke Rp16.630 per dolar AS karena investor bersikap hati-hati menjelang rilis data ekonomi AS dan pertemuan FOMC pekan depan.
  • Pasar tenaga kerja AS melemah, ditunjukkan kontraksi 32 ribu pekerjaan dalam laporan ADP—penurunan terdalam sejak Maret 2023.
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed meningkat, dengan probabilitas naik menjadi 89 persen setelah rangkaian data ekonomi AS menunjukkan pelemahan.

Jakarta – Rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025, di Jakarta. Mata uang Garuda turun 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.630 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.628 per dolar AS.

Menurut Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, tren tersebut mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar.

“Investor tetap berhati-hati menjelang rilis data ekonomi AS dan pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee-red) minggu depan,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Kamis, 4 Desember 2025.

Baca juga: Rupiah Berpotensi Menguat Meski Dibuka Stagnan, Ini Faktor Pendorongnya

Josua memperkirakan rupiah akan bergerak relatif stabil di kisaran Rp16.550–Rp16.650 per dolar AS. Dukungan datang dari melemahnya permintaan dolar AS setelah data pasar tenaga kerja di negara tersebut menunjukkan pelemahan.

Salah satu indikator tenaga kerja AS, laporan Automatic Data Processing (ADP), menunjukkan kontraksi 32 ribu pekerjaan pada November 2025.

Angka itu jauh di bawah ekspektasi 10 ribu dan merosot dari 47 ribu pada bulan sebelumnya, atau penurunan terdalam sejak Maret 2023.

Baca juga: Data PMI AS Tekan Dolar, Rupiah Berpeluang Bertahan di Level Rp16.600-an

Sementara itu, di sektor jasa, sinyal yang muncul beragam. S&P Global US Services PMI turun menjadi 54,1 dari 55,0, sementara ISM Services Index sedikit naik menjadi 52,6 dari 52,4

“Secara kolektif, data tersebut menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi AS, meningkatkan ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Fed pada Desember 2025 menjadi sekitar 89 persen, naik dari 83 persen sebelumnya,” ungkap Josua. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

14 mins ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

1 hour ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

5 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

5 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

5 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

5 hours ago