Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat setelah rilis data Institute for Supply Management (ISM) dan Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data manufaktur ISM dan PMI keduanya lebih kuat dari perkiraan,” ujar Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong, saat dihubungi Infobanknews, Selasa, 3 Desember 2024.
Menurut data Bloomberg pada Selasa, 3 Desember 2024, pukul 09.11 WIB, rupiah berada di level Rp15.942 per dolar AS, melemah 0,23 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Baca juga: Rupiah Diprediksi akan Tembus Rp16.000 per Dolar AS
Meski begitu, Lukman menjelaskan, pelemahan rupiah akan bersifat terbatas. Hal ini disebabkan dolar AS juga mengalami tekanan akibat pernyataan pejabat Bank sentral AS atau the Fed, yang mengindikasikan kebijakan moneter yang lebih longgar atau dovish.
“Dolar AS juga tertekan oleh pernyataan dari dua pejabat the Fed Waller dan William yang condong dovish dan masih menginginkan pemangkasan di bulan September 2024,” jelasnya.
Baca juga: Trump Ultimatum BRICS: Gunakan Dolar AS atau Kehilangan Pasar Amerika
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp15.850-Rp15.950 per dolar AS. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More