Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.811 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,15 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.786 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar AS seiring rebound mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.775 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen The Fed
Lukman menjelaskan penguatan dolar AS di picu oleh rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang tercatat lebih kuat dari ekspektasi pasar.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Lukman, Kamis, 12 Februari 2026.
Baca juga: Benarkah Iklim Investasi di Indonesia Memburuk? Ini Pandangan LLV
Sehingga, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS.
“Rupiah akan berada di range Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS hari ini,” ujarnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More