Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan penyebab nilai tukar rupiah masih mengalami undervalued. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian pasar keuangan global
Perry menjelaskan, terdapat dua aspek yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah, yakni faktor fundamental dan teknikal.
Dari sisi fundamental—seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil, dan indikator makro lainnya—rupiah sejatinya berada pada level yang stabil dan berpotensi menguat.
Sementara, dari faktor teknikal seperti faktor premi risiko yang terjadi di global mengakibatkan tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar rupiah.
“Faktor-faktor premi risiko yang khususnya terjadi di global memang kelihatan faktor-faktor ini yang memang menimbulkan tekanan-tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar,” ungkap Perry dalam Konferensi Pers RDG, Kamis 19 Februari 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Merespons kondisi tersebut, BI meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar rupiah baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri.
“Dan tentu saja ini terus kita lakukan bahwa dengan keyakinan ke depan nilai tukarnya akan stabil dan cenderung menguat mengarah kepada fundamental, kami terus akan memastikan menjaga stabilitas nilai tukar dan untuk mendukung stabilitas perekonomian kita,” jelasnya.
Selain intervensi pasar, BI juga mengoptimalkan instrumen moneter untuk menarik aliran modal asing, khususnya melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
Perry menyebut, dalam dua bulan terakhir telah terjadi net flow investasi portofolio asing yang mendukung stabilitas rupiah, dengan tetap menjaga kecukupan likuiditas domestik tercermin dari pertumbuhan uang primer yang tetap double digit.
“Alhamdulillah selama dua bulan ini investasi portfolio asing terus masuk, sudah ada net flow dan itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dengan tetap memastikan kecukupan likuiditas di dalam negeri sebagaimana tercermin pada pertumbuhan uang primer yang selalu double digit,” ujarnya.
Sementara, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menambahkan, upaya lain yang BI dilakukan adalah terus memperdalam pasar melalui perluasan instrumen operasi moneter valuta asing (valas) untuk mata uang yuan Tiongkok.
Destry mencatat, transaksi perdagangan Indonesia dan Tiongkok menggunakan Local Currency Transaction (LCT) terus mengalami peningkatan. Hingga Desember 2025, transaksi LCT dengan China mencapai USD2,7 juta
“Nah ini yang kita terus juga tingkatkan supaya tidak semua tergantung kepada dolar. Dan kalau kita lihat juga suplai-nya makin lama juga makin bertambah, tapi memang tentu masih terus kita butuhkan upaya untuk penambahan suplai dari CNY di pasar valas kita,” ungkapnya.
Semetara untuk menarik inflow, tambah Destry, BI melakukan berbagai upaya untuk membuat instrumen di pasar keuangan Indonesia menjadi lebih menarik.
Berdasarkan data settlement, per 18 Februari 2026, inflow yang masuk di pasar keuangan Indonesia mencapai Rp31 triliun di SRBI dan SBN mencapai sekitar Rp530 miliar.
“Jadi inflow ini terus meningkat sehingga overall year-to-date itu sudah mencapai sekitar USD1,6 miliar untuk inflow. Dan ini sangat membantu sekali untuk stabilitas dari rupiah itu sendiri,” beber Destry. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More
Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More
Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More