Sentimen Perang Dagang AS Buat Rupiah Anjlok Rp14.700
Jakarta – Dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini nilai tukar rupiah terhadap dolar as sempat melemah di level 14.815/US$ dan ditutup melemah di level 14.715/US$ bila dibandingkan hari sebelumnya (12/3) 14.522/US$.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, kekhawatiran pasar global terhadap virus corona makin menjadi-jadi. Dalam upaya untuk mencegah potensi pembekuan yang disebabkan oleh coronavirus novel COVID-19, Federal Reserve AS (The Fed) menawarkan suntikan likuiditas besar-besaran ke pasar Keuangan semalam.
“Mereka mencari untuk memberikan triliunan dolar dalam bentuk pinjaman sementara ke sistem perbankan dalam beberapa minggu mendatang sementara pada saat yang sama membeli sekuritas pemerintah yang lebih luas,” kata Ibrahim di Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.
Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Penetapan itu dilakukan lantaran jumlah kasus maupun negara yang terjangkit wabah itu meningkat tajam. Sampai dengan Kamis (12/3) WHO mencatat sudah ada 126.380 kasus di 124 negara di seluruh dunia.
Di dalam negeri, Pemerintah akhirnya merilis stimulus jilid II untuk meminimalisir dampak dari virus corona atau Covid-19 terhadap perekonomian dalam negeri. Stimulus jilid II ini akan lebih berfokus pada sektor produksi terutama sektor manufaktur. Sebab, sejak ditetapkan sebagai pandemi global, sektor tersebut kesulitan untuk mendapatkan barang modal dan bahan baku.
Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Penetapan itu dilakukan lantaran jumlah kasus maupun negara yang terjangkit wabah itu meningkat tajam. Sampai dengan Kamis (12/3/2020), WHO mencatat sudah ada 126.380 kasus di 124 negara di seluruh dunia.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (13/3) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.815/ US$ atau terlihat tertekan melemah dari posisi Rp14.490/US$ pada perdagangan kemarin (12/3). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More