Kurs Rupiah; Melemah. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Rupiah kembali ditutup melemah pada Rabu (17/2). Mengutip data Bloomberg, nilai tukar mata uang Garuda itu ditutup di level Rp13.507/USD.
Sementara pada pembukaan perdagangan hari ini, satu Rupiah senilai dengan Rp13.455/ USD. Sedangkan di data kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah hari ini tercatat Rp13.504 melemah dibandingkan kemarin (Selasa, 16 Februari 2016) yang masih di level Rp13.333/USD.
Pada Selasa kemarin (16/2), Rupiah juga ditutup melemah pada penutupan setelah menguat pada pembukaan. Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta mengatakan harga minyak yang masih turun dan dollar index yang mendapatkan momentum penguatannya kembali menyebabkan pelemahan Rupiah.
Namun demikian, masih terlihat faktor positif domestik yang menjaga sentimen Rupiah kuat, hingga kemarin sore pelemahan Rupiah adalah yang paling minim dibandingkan kurs lain di Asia terhadap dolar.
“Harapan pemangkasan BI rate serta GWM pada RDG yang dimulai hari ini hingga esok semakin membesar – harapan pemangkasan yang lebih agresif sebanyak 50 bps mulai muncul di pasar,” kata Rangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 17 Februari 2016.
Pemangkasan BI rate menurutnya akan memperbaiki prospek pertumbuhan sehingga seharusnya akan mendorong penguatan rupiah lebih lanjut lagi. (*) Ria Martati
Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More
Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More
Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More
Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More
Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More
Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More