Market Update

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting

  • Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per dolar AS atau turun 0,05 persen dari penutupan sebelumnya
  • Sentimen global menekan rupiah, dipicu penguatan logam mulia, kenaikan imbal hasil US Treasury, serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang tetap waspada terhadap inflasi
  • Rupiah diproyeksikan bergerak terbatas, dengan kisaran perdagangan di level Rp16.725–Rp16.790 per dolar AS sepanjang hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (4/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.762 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.754 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pasar menjauh dari aset aman seperti obligasi pemerintah (Treasuries) karena penguatan baru pada logam mulia.

“Setelah aksi jual besar-besaran mendorong bursa utama untuk secara signifikan meningkatkan persyaratan margin untuk posisi terbuka dan berdampak pada kelas aset lainnya,” kata Andry, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

Sementara itu, investor obligasi terus menilai bagaimana Warsh dapat memandu FOMC tahun ini. Ketua yang akan segera menjabat ini dipandang sebagai sosok yang waspada terhadap inflasi dan sebelumnya menentang neraca The Fed yang lebih besar selama krisis keuangan global, yang memperlebar kurva imbal hasil AS pada pergantian bulan.

“Imbal hasil juga meningkat setelah data baru dari ISM mencerminkan pemulihan yang tidak terduga di sektor manufaktur AS,” tambahnya.

Investor juga akan mencermati Indeks Optimisme Ekonomi RealClearMarkets/TIPP untuk AS yang naik menjadi 48,8 pada Februari 2026, di atas ekspektasi pasar sebesar 47,9.

Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan

Begitu pun prospek ekonomi enam bulan ke depan yang naik 1,2 persen, dari 43,3 pada Januari 2026 menjadi 43,8 pada Februari 2026.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.725 hingga Rp16.790 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.725 dan Rp16.790 per dolar AS,” ujar Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Libur Lebaran 2026: Ini Jadwal Operasional Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI

Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More

35 mins ago

Pemerintah Efisiensi Anggaran K/L, MBG dan KDMP Tetap Jalan Meski Risiko Perang AS-Iran

Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More

41 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Menguat 1 Persen Lebih di Posisi 7.102

Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More

43 mins ago

Libur Bursa 2026: BEI Tutup Perdagangan 18-24 Maret saat Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More

51 mins ago

Investor Kripto Harus Simak, Ini 5 Strategi Wajib Hadapi Bear Market

Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More

56 mins ago

Pengaruh Perang Iran terhadap Politik Pemilihan Legislatif Sela AS

Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More

1 hour ago