Moneter dan Fiskal

Rupiah Fluktuatif Dipengaruhi Optimisme Negosiasi Tarif China-AS

Jakarta – Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dipengaruhi oleh optimisme perundingan tarif antara China dan AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, terdapat optimisme atas pernyataan AS dan Tiongkok yang menyebutkan bahwa mereka telah mencapai kerangka kerja untuk pembicaraan perdagangan, meskipun para pejabat memberikan sedikit rincian aktual tentang perjanjian tersebut.

“Para pejabat AS mengatakan perjanjian itu akan meresmikan deeskalasi perdagangan Mei yang dicapai di Jenewa, Swiss, dan juga akan membantu menyelesaikan masalah ekspor tanah jarang Tiongkok dan pembatasan AS atas penjualan chip ke Tiongkok,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis, 12 Juni 2025.

Baca juga: Rupiah Diproyeksi Melemah Imbas Optimisme Negosiasi Perdagangan AS-China

Ibrahim mengatakan, saat ini fokus pelaku pasar tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS, sebagai indikator untuk mengetahui arah kebijakan ekonomi negara terbesar di dunia tersebut.

“Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi sedikit menguat pada bulan Mei, tetap stabil di sekitar level yang terlihat sepanjang sebagian besar tahun 2025,” imbuhnya.

Ia menembahkan, tekanan harga di AS sebagian besar telah berhenti menurun dalam beberapa bulan terakhir, dengan gangguan yang berasal dari tarif Trump turut mendorong kenaikan harga konsumen.

“Data tersebut dapat memberi Federal Reserve lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah,” pungkasnya.

Baca juga: 103 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.214

Ibrahim memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp16.250-Rp16.300 per dolar AS pada hari ini.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.250-Rp16.300 per dolar AS,” ujar Ibrahim. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Pakar Apresiasi Peran Pertamina Capai Target Lifting Minyak APBN 2025

Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More

22 mins ago

Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More

44 mins ago

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama

Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More

3 hours ago

Pemerintah Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM Pekerja BPU Transportasi

Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More

4 hours ago

Dukung Program Pemerintah, KADIN Buka 1.000 Dapur MBG

Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More

4 hours ago

Menko Airlangga Ungkap Arah BBM B50, Ini Jadwal Implementasinya

Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More

4 hours ago