Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan pasar hari ini (9/1) ditutup menguat di level 13.850/US$ dari penutupan sebelumnya (8/1) di level 13.929/US$.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pasar memang sedang mengkhawatirkan ketegangan Iran dan AS, namun pasar masih berharap adanya perdamaian keduanya.
“Menanggapi serangan dari Iran, Trump mengatakan AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan hukuman pada rezim Iran.Sanksi akan tetap berlaku sampai Iran mengubah perilakunya, tambahnya. Keputusan presiden untuk memilih sanksi daripada tanggapan militer membuat pasar kembai stabil,” jelas Ibrahim di Jakarta, Kamis 9 Januari 2020.
Selain itu, Ibrahim menyebut fokus pasar akan beralih kembali ke ekonomi global, dengan harapan bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani kesepakatan perdagangan minggu depan yang memberikan dukungan mendasar untuk aset berisiko.
Dirinya menyebut, investor berpikir kesepakatan itu akan menghapus salah satu ketidakpastian terbesar dan membantu mendorong pertumbuhan global tahun ini, meskipun beberapa orang berpikir bahwa pandangan itu terlalu optimis.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (9/1) kurs rupiah berada pada posisi Rp13.860/ US$ terlihat menguat dari posisi Rp13.934/US$ pada perdagangan kemarin (8/1).
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More