Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Dalam perdagangan hari ini (20/1) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis dilevel 13.640/US$ bila dibandingkan dari penutupan sebelumnya (17/1) di level 13.644/US$.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi ketika dihubungi oleh infobanknews menjelaskan, pasar merespon rilis data pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah China melaporkan bahwa produk domestik bruto tumbuh 6% pada kuartal keempat.
“Dengan begitu berarti pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 6,1% pada tahun 2019. Meskipun ini sesuai dengan harapan, itu juga merupakan pertumbuhan negara terlemah dalam hampir tiga dekade,” kata Ibrahim di Jakarta, Senin 20 Januari 2020.
Selain itu, menurutnya saat ini pasar cenderung hati-hati sambil menanti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilaksanakan 22-23 Januari mendatang.
Namun, kata dia, ada proyeksi BI akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25% menjadi 4,75% walaupun banyak pengamat yang mengatakan bank indonesia masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5% akibat penguatan mata uang rupiah yang begitu tajam.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (20/1) kurs rupiah berada pada posisi Rp13.654/ US$ terlihat menguat dari posisi Rp13.648/US$ pada perdagangan Jumat kemarin (17/1). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More