Moneter dan Fiskal

Rupiah Ditutup Menguat, Efek Thomas Djiwandono Terpilih Jadi DG BI?

Poin Penting

  • Nilai tukar rupiah menguat 0,23 persen ke level Rp16.782 per dolar AS setelah DPR memutuskan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI
  • Misbakhun menilai pengalaman Thomas di kebijakan fiskal akan melengkapi kebijakan moneter BI dalam kerangka kerja Dewan Gubernur yang bersifat kolektif kolegial
  • Terkait pro-kontra karena Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo, Misbakhun menegaskan BI bekerja berdasarkan UU dan profesionalisme.

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengklaim nilai tukar rupiah pada hari ini Senin (26/1) mengalami pengiatan usai diputuskannya Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernrur (BI) Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung.

Diketahui, rupiah hari ini di tutup di level Rp16.782 per dolar AS atau menguat 0,23 persen.

“Alhamdulillah hari ini rupiah menguat ke Rp16.700 pada saat kita memutuskan Pak Thomas terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia,” ucap Misbakhun saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin, 26 Januari 2026.

Baca juga: Rupiah Hari Ini Diramal Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Misbakhun menambahkan, Thomas memiliki komitmen untuk memperkuat profesionalisme dan independensi BI. Menurutnya, jabatan Deputi Gubernur BI merupakan jabatan kolekif kolegial di dalam sebuah forum Dewan Gubernur.

“Jadi menurut saya pengalaman di monetary policy itu bisa diperkuat ketika Pak Thomas itu mempunyai pengalaman di fiscal policy. Jadi saling melengkapi. Dan itu kan bisa berjalan dalam proses selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara, terkait dengan pro kontra di publik mengenai jabatan Deputi Gubernur BI yang akan diduduki Thomas yang merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto, Misbakhun menyatakan bahwa setiap orang mempunyai persepsi masing-masing.

Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan

Namun, Misbakhun kembali menegaskan bahwa BI bekerja berdasarkan Undang-Undang yang jabatannya bersifat jabatan kolekif kolegial.

“Jadi tidak bisa dikatakan kemudian masing-masing itu berdiri sendiri-sendiri. Ada kolektif kolegial. Bahwa fakta Pak Thomas keponakan (Presiden Prabowo) itu ya. Tapi dia tadi sangat profesional menjelaskan tentang bagaimana kebijakan-kebijakan itu diambil dalam sebuah proses. Sehingga kalau menurut saya isu itu bisa dikesampingkan. Bahwa ada profesionalisme,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Daftar Tarif Listrik 16-22 Februari 2026 Jelang Ramadan, Cek Rinciannya per kWh

Poin Penting Tarif listrik periode 16–22 Februari 2026 tetap mengacu pada ketentuan Triwulan I Tahun… Read More

3 hours ago

Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara, Bos BRI Bilang Begini

Poin Penting Dirut BRI Hery Gunardi menegaskan belum ada pembicaraan terkait rencana pengambilalihan PNM oleh… Read More

4 hours ago

Mirae Asset Sebut Gerak Penguatan IHSG Masih Terbatas, Ini Sebabnya

Poin Penting Mirae Asset menilai kenaikan IHSG belum mencerminkan pemulihan kepercayaan pasar, terlihat dari net… Read More

4 hours ago

Menteri Purbaya Pastikan THR PNS 2026 Dibayar Awal Puasa, Ini Rinciannya

Poin Penting Pemerintah menyiapkan anggaran THR PNS 2026 sebesar Rp55 triliun dan menargetkan pencairan pada… Read More

5 hours ago

DSN-MUI Terbitkan Fatwa Kegiatan Usaha Bulion Berbasis Syariah, Begini Respons Pelaku Industri

Poin Penting Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia terbitkan Fatwa No. 166/2026 sebagai dasar… Read More

6 hours ago

Profil Tiffany & Co: Dari Ikon Perhiasan Dunia hingga Disegel Anak Buah Purbaya

Poin Penting Tiffany & Co adalah rumah perhiasan global berusia hampir dua abad yang kini… Read More

6 hours ago