Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Dalam penutupan pasar sore ini (1/7) nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis di level 14.265/US$ bila dibandingkan dalam perdagangan kemarin (30/6) di level 14.245/US$.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai,beberapa lembaga dunia memprediksi pada kuartal II-2020 akan terjadi kontraksi dibekonomi RI akibat diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang memberi pukulan besar ke pertumbuhan ekonomi.
“Kuartal Kedua di perkirakan ekonomi RI terkoreksi -3,1%. Ramalan tersebut dipandang lebih baik dibandingkan dengan negara lainnya terutama di kawasan Asia Tenggara,” kata Ibrahim di Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.
Menurutnya eekspektasi IMF,Bank Dunia maupun OECD bisa di jadikan cambuk agar pemerintah dan Bank Indonesia lebih selektif dalam menjalankan regulasinya sehingga apa yang ditakutkan oleh ramalan tersebut tidak menjadi kenyataan.
Dari sisi global, faktor rencana stimulus oleh The Fed untuk membeli obligasi korporasi di pasar sekunder serta adanya rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggelontorkan dana US$1 triliun ke sektor infrastruktur juga menjadi sentimen positif.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (1/7) kurs rupiah berada pada posisi 14.341/US$ terlihat melemah dari posisi 14.302/US$ pada perdagangan kemarin (30/6).
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More